Sabtu 24 Sep 2022 13:35 WIB

Ukraina Tembak Jatuh Empat Drone Iran yang Digunakan Militer Rusia

Tak dijelaskan secara terperinci apakah itu drone tempur atau pengintai.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah
Tentara Ukraina melihat layar drone yang menunjukkan posisi pasukan Rusia selama pertempuran sengit di garis depan di Severodonetsk, wilayah Luhansk, Ukraina, Rabu, 8 Juni 2022. Ukraina Tembak Jatuh Empat Drone Iran yang Digunakan Militer Rusia
Foto: AP/Oleksandr Ratushniak
Tentara Ukraina melihat layar drone yang menunjukkan posisi pasukan Rusia selama pertempuran sengit di garis depan di Severodonetsk, wilayah Luhansk, Ukraina, Rabu, 8 Juni 2022. Ukraina Tembak Jatuh Empat Drone Iran yang Digunakan Militer Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Militer Ukraina telah menembak jatuh empat pesawat nirawak (drone) buatan Iran yang digunakan angkatan bersenjata Ukraina dalam pertempuran di negara tersebut. Amerika Serikat (AS) sempat menuding Teheran memasok drone untuk Moskow.

 

Baca Juga

Dalam keterangannya yang dirilis Jumat (23/9/2022), militer Ukraina mengungkapkan, mereka menembak jatuh drone Shahed-136 yang tengah mengudara di atas di dekat pelabuhan Odessa. Tak dijelaskan secara terperinci apakah itu drone tempur atau pengintai.

 

Menyusul peristiwa tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah meminta Kementerian Luar Negeri Ukraina untuk menanggapi penggunaan peralatan Iran. “Tindakan seperti itu oleh Iran dianggap sebagai langkah yang bertentangan dengan kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina serta juga terhadap kehidupan dan kesejahteraan warga Ukraina,” kata juru bicara Zelensky, Serhii Nykforov.

 

Pada Juli lalu, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan menuduh Iran sedang mempersiapkan pengiriman ratusan drone ke Rusia. Seluruh drone tersebut nantinya akan digunakan Moskow untuk bertempur melawan pasukan Ukraina.

“Informasi kami menunjukkan pemerintah Iran sedang bersiap untuk menyediakan Rusia hingga beberapa ratus UAV (Unmanned Aerial Vehicle), termasuk UAV berkemampuan senjata dalam waktu yang dipercepat,” kata Sullivan dalam konferensi pers, 11 Juli lalu.

 

Sullivan mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh AS, Iran pun akan melatih pasukan Rusia untuk menggunakan UAV tersebut. “Sesi pelatihan awal yang dijadwalkan akan dimulai pada awal Juli,” ucapnya.

 

Kendati demikian, dia belum mengetahui apakah Iran telah mengirimkan drone ke Rusia. “Tapi ini hanya salah satu contoh bagaimana Rusia melihat ke negara-negara seperti Iran untuk kemampuan yang juga digunakan untuk menyerang Arab Saudi,” ujar Sullivan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement