Rabu 28 Sep 2022 05:22 WIB

Jabar Telah Berikan 83 Juta Dosis Vaksin Covid ke Warga

Jabar Telah Berikan 83 Juta Dosis Vaksin Covid ke Warga.

Rep: Ari lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil
Vaksin (ilustrasi)
Foto: VOA
Vaksin (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--- Berbagai cara terus dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk mencapai target vaksinasi Covid-19. Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, capaian vaksinasi di Jabar akhirnya menjadi yang tertinggi di tingkat nasional. Hal ini, menjadi tren positif dalam upaya pencegahan Covid-19.

Berdasarkan update data terakhir hingga 25 September 2022 pukul 17.00 WIB, dari total sasaran 42.610.134 warga Jabar yang berhak menerima vaksin, sebanyak 86, 76 persen atau sebanyak 36.969.729 orang dinyatakan sudah menerima vaksin Dosis 1. 

Baca Juga

Sementara yang sudah mendapat Dosis 2 sebanyak 31.838.722 oranga atau sudah mencapai 74,72 persen. Sedangkan, untuk Dosis 3 dan Dosis 4, masing-masing 15.044.404 dan 63.797 atau 35,31 persen dan 35,11 persen.

Ridwan Kamil pun menyampaikan apresiasi dengan capaian ini. Karena, di saat Covid-19 sudah mereda tapi upaya maksimal terus dilakukan dalam rangka pencegahan. Karena, walaupub secara umum penambahan kasus Covid-19 sudah menurun, tapi penyakit ini masih menjadi ancaman.

“Vaksinasi untuk masyarakat terus dilakukan agar maksimal. Capaian vaksin hingga vaksin dosis ketiga akan mencapai 50 persen. Tapi kita prioritaskan untuk tenaga kesehatan terlebih dahulu karena ini yang akan menjadi garda terdepan dalam penanganannya. Untuk nakes capaian sudah masuk booster kedua dan ini akan berjalan terus,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Selasa (27/9).

Emil mengatakan, vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat merupakan yang terbanyak dilakukan di Indonesia mengingat Jabar adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Ia berharap, vaksinasi ini pun terus berjalan hingga mencapai target yang diharapkan. 

Hal terpenting, kata Emil, walaupun penambahan kasus Covid-19 naik-turun dalam beberapa gelombang, penanganan pasien di rumah sakit kini terbilang rendah karena masyarakat sudah bisa melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing 

“Jika rumah sakit sepi meski kasusnya turun-naik, Covid-19 ini akan dirasakan seperti virus flu biasa yang bisa tertangani dengan cukup istirahat secara mandiri,” katanya. 

Sementara menurut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi,  strategi untuk memaksimalkan kegiatan vaksinasi ini tidak lepas dari kerja sama dengan stakeholder baik dari pemerintah sendiri maupun swasta. 

“Instruksi pertama dari Gubernur tentunya kemudian dilanjut dengan dukungan Forkopimda hingga sampai organisasi perangkat daerah sampai ke bawah menggencarkan gerakan vaksinasi,” katanya. 

Nina mengatakan terkait inovasi yang dilakukan dalam menggelar vaksinasi, pihaknya bekerja sama dengan pihak lain. Misalkan dengan pemerintah desa menggunakan fasilitas mobil Maskara untuk vaksinasi. Selain itu, bekerja sama denhan pihak swasta yang gencar turun ke masyarakat. Sehingga dalam pelaksanaannya masyarakat bisa dimudahkan dalam memperoleh fasilitas vaksinasi. 

Mengeneai pelaksanaan Gebyar Vaksinasi di Jabar Selatan yang terpusat di Kawasan Ciletuh di Kabupaten Sukabumi dan Pangandaran, Nina mengapresiasi pencapaiannya. Karena ini turut membantu meningkatkan capaian vaksinasi khususnya di Kabupaten Sukabumi dan umumnya di Jawa Barat yang memiliki sasaran vaksinasi sebesar lebih dari 42 juta orang.

  “Dalam pelaksanaannya yang bertepatan dengan event Cycling de Jabar, logistik pelaksanaan vaksinasi disediakan  Puskesmas Ciemas dan Puskesmas Tamanjaya,” katanya. 

Data Vaksin per 25 September 2022

TOTAL SASARAN JAWA BARAT : 42.610.134

DOSIS 1 : 36.969.729 (86,76%)

DOSIS 2 : 31.838.722 (74,72%)

DOSIS 3 : 15.044.404 (35,31%)

DOSIS 4 :         63.797  (35,11%). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement