Sabtu 08 Oct 2022 14:39 WIB

Kanada Larang Pemimpin Pengawal Revolusi Islam Iran Masuk Negaranya

Kanada larang pimpinan tertinggi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) masuk negaranya

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Esthi Maharani
(Ilustrasi) bendera Kanada
Foto: wikipedia.org
(Ilustrasi) bendera Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Otoritas Kanada mengumumkan larangan bagi pimpinan tertinggi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran memasuki negara itu, Jumat (7/10/2022). Mereka juga menjanjikan sanksi yang lebih bertarget atas perlakuan terhadap perempuan di Iran dan jatuhnya sebuah pesawat sipil pada 2020.

Iran saat ini tengah menghadapi kecaman internasional yang meningkat dan protes nasional, menyusul kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun dalam tahanan polisi moral. Laporan koroner Iran membantah dia meninggal karena pukulan di kepala dan anggota badan saat dalam tahanan.

Ottawa juga masih menekan Iran atas pesawat Ukraina International Airlines yang ditembak jatuh pada Januari 2020. Sebanyak 138 dari 176 orang yang tewas dalam penerbangan itu memiliki hubungan dengan Kanada.

Dilansir di Fox News, Sabtu (8/10/2022), Kanada berencana memperluas tindakan sanksi yang ditargetkan dengan mendirikan biro sanksi. Perdana Menteri Justin Trudeau dan wakilnya Chrystia Freeland mengumumkan hal ini pada konferensi pers kemarin.

IRGC merupakan faksi kuat yang mengendalikan kerajaan bisnis serta pasukan elit bersenjata dan intelijen di Iran. Mereka telah dituduh oleh negara-negara Barat melakukan kampanye teroris global. Namun, Iran menolak itu.

"IRGC adalah organisasi teroris," kata Freeland, meskipun pemerintah tidak mencantumkannya secara resmi.

Kelompok tersebut juga akan diklasifikasikan di bawah Undang-Undang Perlindungan Imigrasi dan Pengungsi, sebuah tindakan yang digunakan oleh Kanada terhadap rezim yang dituduh melakukan kejahatan perang paling serius.

Langkah itu termasuk melarang 50 persen teratas kepemimpinan IRGC, lebih dari 10.000 perwira dan anggota senior, memasuki Kanada. "Ini adalah tindakan terkuat yang harus kita lakukan setelah negara bagian dan entitas negara bagian," kata Trudeau.

Seorang sumber pemerintah menyebut mencantumkan IRGC sebagai organisasi teroris akan menjadi tindakan hukum pidana domestik, mempertaruhkan konsekuensi yang tidak diinginkan dan tidak praktis. Pemerintahan Trudeau telah diserang oleh oposisi Konservatif karena tidak melakukannya.

"1.000 hari yang lalu, teroris IRGC menembak jatuh sebuah penerbangan komersial yang menewaskan lebih dari 50 warga Kanada. Trudeau Liberal masih tidak akan secara resmi mencantumkan IRGC sebagai kelompok teroris," kata pemimpin Konservatif Baru, Pierre Poilievre.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement