Selasa 11 Oct 2022 11:34 WIB

Permintaan Wisman ke RI Makin Tinggi, Sandiaga Yakin Target Kunjungan Tercapai

Selama Januari-Agustus kedatangan wisman ke Ri capai 894.667 kunjungan

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pedagang memperlihatkan wayang kepada wisatawan mancanegara pada Festival Dalang Anak Nasional ke-15 di Kota Tua, Jakarta. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini yag ditargetkan minimal 1,8 juta hingga 3,6 juta wisatawan dapat tercapai seiring terus meningkatnya kepercayaan wisman ke Indonesia.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pedagang memperlihatkan wayang kepada wisatawan mancanegara pada Festival Dalang Anak Nasional ke-15 di Kota Tua, Jakarta. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini yag ditargetkan minimal 1,8 juta hingga 3,6 juta wisatawan dapat tercapai seiring terus meningkatnya kepercayaan wisman ke Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno optimistis target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini yag ditargetkan minimal 1,8 juta hingga 3,6 juta wisatawan dapat tercapai seiring terus meningkatnya kepercayaan wisman ke Indonesia. 

Sandiaga The Weekly Brief With Sandi Uno, Senin (10/10/2022), mengatakan, saat ini jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai angka rata-rata 10 ribu per hari dengan mayoritas menggunakan transportasi udara. 

Selama periode Januari hingga Agustus 2022 jumlah wisman ke Indonesia tercatat sebanyak lebih dari 894.667 kunjungan. "Saat ini sudah ada 25 penerbangan internasional dengan rute ke Bali," katanya.

Menurut Sandiaga, meningkatnya angka kunjungan wisman ke Indonesia tidak lepas dari semakin pulihnya kepercayaan masyarakat dunia terhadap pariwisata Indonesia. 

Di antaranya ditopang penyelenggaraan berbagai event internasional, khususnya rangkaian Presidensi G20 Indonesia yang puncaknya akan berlangsung pada November 2022 di Bali. 

Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sendiri Kemenparekraf telah menyelenggarakan berbagai kegiatan side events. Yang terbaru adalah World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 5 hingga 7 Oktober kemarin. 

"Presiden memberikan apresiasi kepada kita yang sudah berhasil menghadirkan 'Bali Roadmap' atau kita sebut sebagai Bali 'Creative Economy Roadmap 2022' yang kami akan turunkan pada 16 aksi sebagai peta jalan untuk kebangkitan ekonomi, di mana sektor ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung kebangkitan ekonomi global," kata dia. 

Ia memperkirakan, hingga puncak KTT G20 nanti, diperkirakan akan ada 50 ribu wisman hadir yang diharapkan mampu memberikan dampak pada terciptanya 33 ribu lapangan kerja. 

"Konsumsi domestik yang kita harapkan terserap sebesar Rp1,7 triliun dan PDB kita harapkan juga meningkat sebesar Rp7,4 triliun," kata Sandiaga. 

Dengan kondisi ini, Sandiaga optimistis target capaian wisman di tahun 2022 dapat tercapai. Ia memperkirakan angka kunjungan wisman di tahun ini bisa mencapai ambang tengah dari target yang telah ditetapkan atau sebesar 2,5 juta wisman.

"Kita harapkan juga tentunya harga tiket pesawat akan berangsur turun karena semakin banyaknya penambahan jumlah penerbangan" ujanya.

Diketahui, Bali baru saja menambah beberapa jumlah penerbangan, juga ada penambahan jumlah penerbangan ke beberapa destinasi seperti Labuan Bajo dan maskapai Garuda Indonesia juga akan menambah penerbangan menuju Melbourne yang sebentar lagi akan direalisasikan.

"Harapannya saat lepas G20, memasuki masa liburan, jumlah penerbangan akan semakin ditambah, tingkat keterisian kursi juga akan semakin banyak dan harga tiket pesawat mudah-mudahan jauh lebih terjangkau," kata dia. 

Tidak hanya wisatawan mancanegara, wisatawan nusantara juga menjadi fokus pasar yang akan dimaksimalkan. Dengan berbagai kegiatan event, paket-paket wisata serta penguatan destinasi akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara yang tahun depan jumlahnya diperkirakan akan mencapai 1,4 miliar pergerakan. 

"(Dunia) ada ancaman resesi, tapi kekuatan kita itu adalah domestic market. Jadi ke depan kita akan kembangkan wisatawan nusantara dan juga tentunya upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara juga," kata Menparekraf Sandiaga. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement