Ahad 16 Oct 2022 05:10 WIB

Arab Saudi Berikan Bantuan Senilai 400 Juta Dolar untuk Ukraina

Arab Saudi mendukung segala sesuatu yang berkontribusi pada deeskalasi.

Rep: Mabruroh/ Red: Friska Yolandha
Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan kerusakan pada gedung perkantoran Samsung dan pembangkit listrik di Kyiv, Ukraina pada Rabu, 12 Oktober 2022, setelah serangan Rusia. Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (15/10/2022) mengumumkan, memberikan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina sebesar 400 juta dolar AS (Rp 6,2 triliun).
Foto: AP/Maxar Technologies
Citra satelit yang disediakan oleh Maxar Technologies ini menunjukkan kerusakan pada gedung perkantoran Samsung dan pembangkit listrik di Kyiv, Ukraina pada Rabu, 12 Oktober 2022, setelah serangan Rusia. Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (15/10/2022) mengumumkan, memberikan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina sebesar 400 juta dolar AS (Rp 6,2 triliun).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kerajaan Arab Saudi pada Sabtu (15/10/2022) mengumumkan, memberikan bantuan kemanusiaan untuk Ukraina sebesar 400 juta dolar AS (Rp 6,2 triliun). Putra Mahkota Mohammed bin Salman juga telah melakukan panggilan telepon langsung ke Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

"Pangeran menekankan posisi Kerajaan mendukung segala sesuatu yang akan berkontribusi pada de-eskalasi, dan kesiapan Kerajaan untuk melanjutkan upaya mediasi," lapor SPA, dilansir dari Al Arabiya, Sabtu.

Baca Juga

Arab Saudi bulan lalu memainkan peran tak terduga dalam memfasilitasi pertukaran tawanan perang antara Moskow dan Kyiv. Namun, perang di Ukraina telah memicu ketegangan antara Arab Saudi dan Amerika Serikat, setelah kerajaan itu sebagian besar menolak tekanan untuk meningkatkan produksi minyak guna meredakan krisis energi akibat konflik.

Kerajaan juga mendapat kecaman dari Washington setelah kelompok pengekspor minyak OPEC+ yang dipimpin Saudi, menyetujui pengurangan produksi drastis dengan Rusia dan sekutu lainnya, yang dapat membuat harga energi melonjak lebih tinggi. Washington menuduh OPEC+ bersekutu dengan Moskow dan Presiden Joe Biden mengancam "konsekuensi" untuk Arab Saudi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement