Kamis 27 Oct 2022 12:00 WIB

Pemerintah AS Keluarkan 1 Miliar Dolar untuk Pengadaan Bus Sekolah Listrik

Bus sekolah listrik akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi kesehatan.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha
Gubernur Washington Jay Inslee berbicara di sebuah acara yang menampilkan Wakil Presiden AS Kamala Harris menyoroti investasi Administrasi Biden-Harris dalam bus sekolah bersih di Lumen Field di Seattle pada Rabu, 26 Oktober 2022.
Foto: Karen Ducey/The Seattle Times via AP
Gubernur Washington Jay Inslee berbicara di sebuah acara yang menampilkan Wakil Presiden AS Kamala Harris menyoroti investasi Administrasi Biden-Harris dalam bus sekolah bersih di Lumen Field di Seattle pada Rabu, 26 Oktober 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Hampir 400 distrik sekolah yang mencakup seluruh 50 negara bagian  di Amerika Serikat (AS) menerima hibah sekitar satu miliar dolar AS untuk membeli sekitar 2.500 bus sekolah ramah lingkungan. Pemerintah Presiden Joe Biden menyediakan hibah sebagai bagian dari upaya yang lebih luas mempercepat transisi ke kendaraan tanpa emisi dan mengurangi polusi udara di dekat sekolah dan masyarakat.

Wakil Presiden Kamala Harris dan Kepala Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Michael Regan mengumumkan hibah tersebut di Seattle pada Rabu (26/10/2022). Sebagian besar bus sekolah listrik yang baru, menurut pemerintah, akan mengurangi emisi gas rumah kaca, menghemat uang, dan melindungi kesehatan anak-anak dengan lebih baik.

Baca Juga

Harris menyatakan, sebanyak 25 juta anak naik bus kuning setiap hari sekolah dan mereka akan memiliki masa depan yang lebih sehat dengan armada yang lebih bersih. "Apa yang kami umumkan hari ini adalah langkah maju dalam komitmen negara kami untuk mengurangi gas rumah kaca, untuk berinvestasi dalam ekonomi kami untuk berinvestasi dalam membangun keterampilan tenaga kerja AS. Semua dengan tujuan tidak hanya menyelamatkan anak-anak kita, tetapi untuk mereka, menyelamatkan planet kita," katanya.

Hanya sekitar satu persen dari 480 ribu bus sekolah AS menggunakan listrik pada tahun lalu. Dorongan untuk meninggalkan bus diesel tradisional telah mendapatkan momentum dalam beberapa tahun terakhir.

Dana untuk pembelian armada bus baru tersedia di bawah Program Bus Sekolah Bersih federal. Program ini mencakup lima miliar dolar AS dari undang-undang infrastruktur bipartisan yang ditandatangani Biden tahun lalu.

"Program bus bersih mempercepat transisi bangsa kita ke bus sekolah listrik dan rendah emisi sambil memastikan masa depan yang lebih cerah dan lebih sehat bagi anak-anak kita,” kata Regan.

EPA awalnya menyediakan 500 juta dolar ASuntuk bus bersih pada Mei, tetapi meningkat menjadi 965 juta dolar AS bulan lalu, menanggapi apa yang disebut pejabat sebagai permintaan yang luar biasa untuk bus listrik. Tambahan satu miliar dolar AS akan diberikan pada tahun anggaran yang dimulai 1 Oktober.

Menurut EPA, badan ini menerima sekitar 2.000 aplikasi yang meminta hampir empat miliar dolar AS untuk lebih dari 12 ribu bus, sebagian besar listrik. Sekitar 389 aplikasi senilai 913 juta dolar AS diterima untuk mendukung pembelian 2.463 bus, 95 persen di antaranya akan menggunakan listrik. Bus yang tersisa akan menggunakan gas alam terkompresi atau propana.

Gedung Putih mengatakan, distrik sekolah yang diidentifikasi sebagai area prioritas yang melayani siswa berpenghasilan rendah, pedesaan, atau suku merupakan 99 persen dari proyek yang dipilih. Lebih banyak aplikasi sedang ditinjau dan EPA berencana untuk memilih lebih banyak pemenang dana hibah untuk mencapai 965 juta dolar AS dalam beberapa minggu mendatang.

Penasihat Gedung Putih Mitch Landrieu mengharapkan banyak bus akan dikirimkan pada awal tahun ajaran berikutnya, dengan sisanya kemungkinan akan beroperasi pada akhir 2023. Miliaran dolar dihabiskan tahun ini bersama dengan tambahan empat miliar dolar AS diharapkan selama empat tahun ke depan.

Kelompok lingkungan dan kesehatan masyarakat memuji pengumuman yang muncul setelah bertahun-tahun advokasi untuk mengganti bus bertenaga diesel dengan alternatif yang lebih bersih. "Tidak masuk akal untuk mengirim anak-anak kita ke sekolah dengan bus yang menciptakan polusi yang merusak otak, paru-paru, penyebab kanker, dan merusak iklim,” kata direktur kebijakan kesehatan masyarakat untuk Moms Clean Air Force Molly Rauch.

"Anak-anak kami, pengemudi bus kami, dan komunitas kami layak mendapatkan yang lebih baik," ujarnya.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement