Kamis 27 Oct 2022 15:49 WIB

Menhub Minta Penerbangan Komersial Saat KTT G20 Optimal

Akan ada 11 bandara pendukung selama KTT G20 berlangsung.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Petugas Imigrasi bertugas di konter khusus untuk delegasi pertemuan KTT G20 di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (24/10/2022). ilustrasi
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Petugas Imigrasi bertugas di konter khusus untuk delegasi pertemuan KTT G20 di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Senin (24/10/2022). ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan kesiapan sektor transportasi udara dalam perhelatan Presidensi Indonesia pada event G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Budi meminta seluruh anggota Indonesia National Air Carriers Association (INACA) tetap melakukan pelayanan penerbangan komersial secara optimal. 

“Optimal penerbangan komersial ini dengan memperhatikan pembatasan operasi pada 14-18 November 2022,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (27/10/2022). 

Baca Juga

Budi menegaskan pengaturan tersebut tertera dalam Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pengaturan Operasional Penerbangan Selama Penyelenggaraan KTT Presidency G20 Indonesia tahun 2022 di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai-Bali.

“Ketentuan tersebut untuk menyeimbangkan penerbangan VVIP beserta delegasi dengan penerbangan regular,” ucap Budi. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto mengatakan untuk pengaturan transportasi kedatangan tamu negara pada G20 sudah dilakukan. Novie menuturkan ada tim khusus yang mengatur secara detil. 

“Bahkan misalnya peeswat presiden ini mau diparkir di mana, datangnya di mana, itu disiapkan. Kita sudah detilkan pesawat ini datang seperti apa. Pesawat ini kan ga sendirian ada belakang-belakangnya juga. Itu sudah disiapkan. Termasuk tim penjemputan udara. Busnya sudah semuanya elektrik,” jelas Novie. 

Novie menyebut nantinya akan ada 11 bandara pendukung selama G20 berlangsung. Dia menuturkan tidak semua pesawat kepala negara akan diparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negari bagaimana mengatur parkir dan portokoler,” ucap Novie.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement