Senin 31 Oct 2022 19:40 WIB

Seekor Gajah Mati di Area Taman Nasional Way Kambas

Gajah tersebut diketahui gajah jinak.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Hafil
Seekor Gajah Mati di Area Taman Nasional Way Kambas. Foto ilustrasi: Dokter Hewan melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera (Elephas maximus sumtranus) berjenis kelamin betina dan janinnya yang ditemukan mati di kawasan konsesi PT Riau Abadi Lestari, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (26/5/2022) dini hari. Gajah sumatera berusia 25 tahun dan dalam kondisi mengandung 22 bulan tersebut ditemukan mati pada Rabu (25/5), dan petugas sedang melakukan pemeriksaan sample organ satwa agar dapat diketahui penyebab kematiannya.
Foto: ANTARA/BBKSDA Riau
Seekor Gajah Mati di Area Taman Nasional Way Kambas. Foto ilustrasi: Dokter Hewan melakukan nekropsi bangkai gajah sumatera (Elephas maximus sumtranus) berjenis kelamin betina dan janinnya yang ditemukan mati di kawasan konsesi PT Riau Abadi Lestari, Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (26/5/2022) dini hari. Gajah sumatera berusia 25 tahun dan dalam kondisi mengandung 22 bulan tersebut ditemukan mati pada Rabu (25/5), dan petugas sedang melakukan pemeriksaan sample organ satwa agar dapat diketahui penyebab kematiannya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Seekor gajah tergeletak mati di area konservasi Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, seperti video yang beredar di media sosial (medsos), Senin (31/10/2022). Gajah tersebut diketahui gajah jinak sedang dilakukan evakuasi.

Berdasarkan video yang beredar di medsos, sesosok Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) jinak berkelamin jantan tergeletak di padang rumput hijau areal TNWK. Petugas TNWK menggunakan mobil dan gajah jinak lainnya melakukan evakuasi gajah yang mati tersebut dengan tali.

Baca Juga

Keterangan yang diperoleh Republika.co.id, Senin (31/10/2022), gajah jinak tersebut berada di area TNWK yang biasa berada di Tempat Pelatihan Gajah (PLG). Gajah yang mati tersebut tampak belum dewasa, terlihat gadingnya masih muda.

Gajah jinak tersebut juga diketahui matinya belum lama. Hal ini terlihat dari masih segarnya kondisi gajah tersebut saat tergeletak. Belum diketahui penyebab gajah jinak tersebut mati.

Kepala TNWK Kuswandono belum memberikan keterangan resmi kepada media. Sedangkan Bagian Humas TNWK Sukatmoko belum juga membalas konfirmasi //Republika.co.id//, terkait beredar video evakuasi gajah TNWK yang mati di areal PLG pada Senin (31/10).

Seperti diketahui, Balai TNWK terdapat PLG sebagai area pelatihan gajah-gajah jinak yang jumlahnya ratusan ekor. Gajah-gajah tersebut mendapat pengawasan dari pawang dan petugas TNWK.

Biasanya, TNWK membuka atraksi gajah yang dapat disaksikan pengunjung, namun sampai saat ini belum juga dibuka lagi. Di area TNWK juga sudah terdapat Rumah Sakit Gajah, dilengkapi dengan peralatan canggih dan tenaga medisnya.

Populasi gajah sumatra cenderung menurun. Berdasarkan data Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) menyebutkan, dalam 10 tahun terakhir setidaknya ada 700 ekor gajah sumatra yang mati. Kematian gajah tersebut berbagai sebab. Diantaranya diburu, diracun, dan diambil gadingnya oleh oknum tak bertanggung jawab.

FKGI merilis pada Januari 2018, jumlah individu gajah di Indonesia mencapai 1.700 gajah. Banyaknya gajah yang mati, menurut Sekretaris FKGI Donny Gunaryadi pada sebuah workshop konservasi gajah di Universitas Gajah Mada, Yogyakarya, awal tahun lalu, terkikisnya habitat gajah, dan terkikisnya jumlah gajah sumatra, juga karena kurangnya dokter hewan yang mampu merawat gajah yang sakit.

Dalam enam tahun terakhir, ia memaparkan Indonesia sudah kehilangan 150 ekor gajah sumatra. Dikhawatirkan, satu-satunya subspesies gajah Asia di Indonesia itu terancam punah. Data FKGI tersebut menyatakan, data 150 ekor gajah yang punah tersebut yang terdata, sedangkan yang tidak terdata di lapangan diperkirakan lebih dari itu.

Data FKGI menyebutkan, tahun 1985 Indonesia masih memiliki 44 kantong habitat gajah di Sumatra. Tahun 2007, jumlahnya turun menjadi 25 kantong habitat, dengan hanya 12 kantong saja yang populasi gajahnya di atas 50 ekor. Lokasinya tersebar mulai dari Taman Nasional Leuser dan Ulu Masen di Aceh, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh dan Tesso Nilo di Jambi, Padang Sugihan di Sumatra Selatan dan Taman Nasional Way Kambas serta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Lampung. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement