Senin 31 Oct 2022 20:33 WIB

Pesantren-Pesantren Didorong Lebarkan Literasi Khazanah Keislaman

Literasi pesantren perlu ditingkatkan untuk lebih eksplorasi keilmuan Islam

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Para santri Pondok Pesantren Darul Akhyar Parungbingung (ilustrasi). Literasi pesantren perlu ditingkatkan untuk lebih eksplorasi keilmuan Islam
Foto: Dok Ponpes Darul Akhyar Parungbingung
Para santri Pondok Pesantren Darul Akhyar Parungbingung (ilustrasi). Literasi pesantren perlu ditingkatkan untuk lebih eksplorasi keilmuan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Selama ini literasi di pesantren hanya berkutat pada kitab-kitab tertentu karena itu, pesantren di Indonesia didorong untuk mengembangkan juga literasi sains Islam.  

"Yang menurut saya kurang dari literasi Islam itu adalah ilmu-ilmu sains," ujar Founder Rumah Daulat Buku (Rudalku), Soffa Ihsan, saat menjadi pembicara dalam seminar yang digelar secara hybrid di Pondok Pesantren Al Wathoniyah Pusat Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (31/10/2022).  

Baca Juga

Menurut dia, sangat banyak kitab karangan ulama yang berisi tentang sains. Namun, selama ini kitab-kitab tersebut kurang diperkenalkan kepada santri-santri muda di pondok pesantren. 

"Kitab-kitab sains harus dikembangkan, karena masih jarang. Kalau soal fikih dan tauhid sudah cukup lah, tapi pengembangan skill itu di mana?  Apakah hanya bisa kitab kuning doang?," kata dosen agama Islam Universitas Indonesia (UI) ini.  

Sementara itu, Ketua Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Endang Soetari, menjelaskan seminar diselenggarakan atas kerjasama LPBKI MUI dengan Pondok Pesantren Al Wathoniyah Pusat. Kegiatan ini diharapkan bisa mengembangkan literasi Islam di pesantren. 

"Mudah-mudahan kita bisa membicarakan dalam seminar ini sejauh mana pengembangan literasi Islam di Indonesia," ujar Prof Endang saat sambutan dalam acara. 

Seminar ini menghadirkan beberapa pembicara. Di antaranya Ketua MUI Prof Utang Ranuwijaya, Pimpinan Pesantren Al-Wathoniyah Pusat, KH Arif Fahruddin, dan Founder Rumah Daulat Buku (Rudalku) Soffa Ihsan.  

Para pembicara menyampaikan kekayaan literasi Islam di pesantren, serta menceritakan pengalamannya dalam dunia literasi Islam. 

Prof Endang berharap, para peserta seminar, yang terdiri dari perwakilan pesantren dan perwakilan ormas Islam, bisa mengambil pelajaran dari para pemateri tersebut. 

"Mudah-mudah kita bisa mengambil ibrah dari pameteri untuk bagimana kita mengembangkan literasi Islam sebagai esensi yang fundamental," ucap dia. 

Dalam sambutannya, Ketua MUI, Prof Utang Ranuwijaya, menjelaskan MUI memiliki peran sebagai pelopor perbaikan umat, terutama perbaikan sosial. 

Karena itu, menurut dia, di MUI banyak sekali badan dan lembaga yang berdiri untuk kepentingan ini, termasuk LPBKI. 

"Insya Allah dengan segala upaya kita untuk mengembangkan literasi Islam, insya Allah ini akan menjadi panduan bagi umat Islam dalam rangka menjaga keutuhan NKRI," kata dia.           

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement