Penyakit Bawaan dan Kelelahan Masih Dominasi Faktor Penyebab Kematian Jamaah Haji 

Jumat , 04 Nov 2022, 15:42 WIB Reporter :Zahrotul Oktaviani/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Medical Check Up (MCU) di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). (Illustrasi). Puskes Haji mengajak jamaah ikut mencegah naiknya angka kematiaan
Medical Check Up (MCU) di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). (Illustrasi). Puskes Haji mengajak jamaah ikut mencegah naiknya angka kematiaan

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Pusat Kesehatan Haji (Puskes haji) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak jamaah ikut berpartisipasi mengurangi angka kematian maupun sakit. 

 

Terkait

Hal ini disampaikan Ketua Tim Kerja Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan dan Promosi Kesehatan Haji, Imron Cahyono, ST, MKes, dalam acara Sosialisasi Kesehatan Haji di Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu. 

Baca Juga

“Dalam pelaksanaan ibadah haji 2022, pemerintah Indonesia memberangkatkan 100.052 jamaah haji dengan usia kurang dari 65 tahun. Jumlah jamaah haji yang wafat sebanyak 89," katanya dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (4/11/2022). 

Dia menjelaskan, beberapa penyebab kematian ini selain karena adanya penyakit bawaan, juga karena faktor kelelahan. 

Lebih lanjut, dia pun mengatakan ibadah haji merupakan ibadah fisik. Di dalamnya terdapat sejumlah aktivitas, seperti tawaf, sai, wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina. 

Dengan demikian, dia pun mengimbau jamaah harus mempersiapkan kesehatan sejak dini. “Calon jamaah haji agar mengindari kelelahan dengan tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah dan menyesuaikan dengan kemampuan fisik," lanjutnya. 

Kegiatan sosialisasai kesehatan haji ini merupakan kerjasama Pusat Kesahatan haji Kemenkes dan Komisi IX DPR RI. 

Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Kabupaten Karawang Muhammad Dimyanti, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa barat, Dinas Kesehatan Kab Karawang, Kepala Puskesmas Cicinde, serta Kepala Desa Cicinde Utara beserta jajarannya. 

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Yayuk Sri Rahayu, dalam penyuluhannya mengatakan saat jamaah haji melakukan pendaftaran  haji atau untuk mendapatkan nomor porsi, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan status risiko tinggi (risti) dan non-risti.  

Selanjutnya, dilakukan pembinaan kesehatan dengan harapan jamaah haji tetap dalam keadaan sehat, sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. 

“Pemeriksaan kesehatan masa keberangkatan dilakukan satu tahun atau minimal tiga bulan sebelum keberangkatan, yang akan menentukan status istithaah kesehatan jamaah haji," ujar dia. 

Berdasarkan data siskohatkes tahun 2022, jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Karawang 2022 sebanyak 985 jamaah haji. Dari data tersebut, diketahui penyakit terbanyak adalah hipertensi. 

Yayuk menambahkan, calon jamaah haji yang memiliki penyakit kronis seperti hiptertensi dan diabetis melitus diimbau agar dapat mengendalikan penyakit tersebut dengan minum obat dan serta cek kesehatan secara teratur. / Zahrotul Oktaviani   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini