Kamis 10 Nov 2022 07:47 WIB

Petani Gaza Siap Ekspor Minyak Zaitun ke Saudi dan UEA

Petani Palestina di Jalur Gaza akan mengekspor 50 ton minyak zaitun.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Muhammad Hafil
Petani Palestina memetik stroberi segar dari kebun keluarganya, pada dini hari di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, Rabu, 6 Januari 2021.
Foto: AP/Adel Hana
Petani Palestina memetik stroberi segar dari kebun keluarganya, pada dini hari di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, Rabu, 6 Januari 2021.

IHRAM.CO.ID,GAZA -- Untuk pertama kalinya, petani Palestina di Jalur Gaza akan mengekspor 50 ton minyak zaitun ke pasar Arab Saudi dan Uni Emirate Arab (UEA). Pejabat pemasaran di Kementerian Pertanian Gaza, Mohammad Abu Odeh, mengatakan, 

Kementerian Pertanian telah menyelesaikan persiapan akhir untuk mengekspor pengiriman pertama minyak zaitun Palestina melalui Perlintasan Karm Abu Salem.

Baca Juga

"Ini adalah tahun ketiga Gaza mengekspor minyak zaitun, tetapi ini adalah tahun pertama kami mengekspor dalam jumlah (50 ton) ini," ujar Abu Odeh, dilaporkan Middle East Monitor, Rabu (9/11/2022).

Abu Odeh memperkirakan ekspor minyak zaitun akan bertambah karena panen melimpah. Abu Odeh menyatakan, pengiriman 50 ton itu termasuk hadiah yang dikirim warga Palestina di Gaza kepada kerabat mereka di negara-negara Teluk. Jalur Gaza diperkirakan akan menghasilkan 5.000 ton minyak zaitun.

"Kami memastikan bahwa ekspor tidak menyebabkan kekurangan minyak di pasar lokal," kata Abu Odeh.

Menurut Kementerian Pertanian Palestina di Gaza, panen zaitun tahun ini akan empat kali lebih besar dari tahun lalu yaitu sekitar 45 ton. Wakil Menteri Pertanian Ayman Al-Yazouri kepada televisi Al Resalah mengatakan, minyak zaitun Gaza memiliki kualitas yang terbaik di dunia.

"Kami memiliki mesin press minyak paling modern di Gaza," ujar pemilik mesin press terbesar di Gaza, Nasr Abu Odeh.

Pada Oktober Kementerian Pertanian Palestina meresmikan festival musim pemetikan dan penggilingan zaitun untuk tahun 2022. Peresmian berlangsung di hadapan para pejabat termasuk anggota Dewan Legislatif, walikota, lembaga dan petani.

Upacara pembukaan disertai dengan pertunjukan seni dan kios-kios yang menyediakan produk lokal. Para peserta berpartisipasi dalam proses pemetikan zaitun dengan mengenakan keffiyeh atau pakaian tradisional Palestina. 

Festival petik zaitun ini menandai pentingnya pohon zaitun bagi warga Palestina. Pohon zaitun mewakili sejarah bagi orang Palestina. Buah zaitun mempunyai nilai gizi yang tinggi, terutama minyak dari hasil ekstraksinya.

"Pohon zaitun mengekspresikan identitas Palestina dan ketabahan kita terhadap upaya untuk merampok sejarah dan warisan kita," ujar Kementerian Pertanian,.

Musim panen zaitun tahun ini adalah yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir karena banyaknya produksi dan perluasan area budidaya. Kementerian Pertanian menjelaskan, area yang ditanami zaitu  tahun ini diperkirakan mencapai 43.000 dunam atau 43 kilometer persegi, dengan rata-rata  tingkat produksi satu ton per dunam.

Diharapkan peningkatan hasil panen ini akan memungkinkan para petani Gaza untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, dan mencapai swasembada minyak serta buah zaitun. Kementerian Pertanian juga berharap sebagian dari produk tersebut dapat diekspor ke seluruh dunia Arab dan negara lainnya. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement