Rabu 16 Nov 2022 14:53 WIB

Buya Yahya: Doakan Kebaikan Orang-Orang yang Telah Menzalimi Kita

Mendoakan orang zalim keburukan diperbolehkan dengan syarat

Rep: Febrian Fachri / Red: Nashih Nashrullah
Buya Yahya mengajak Muslim untuk mendoakan kebaikan terhadap orang-orang yang manzalimi kita.
Foto: Republika TV
Buya Yahya mengajak Muslim untuk mendoakan kebaikan terhadap orang-orang yang manzalimi kita.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG— Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Jawa Barat, Buya Yahya Zainul Ma'arif, atau yang akrab disapa Buya Yahya, mengatakan mendoakan orang yang telah berbuat zalim kepada kita akan memberikan kedamaian hati yang hakiki.

Buya Yahya menyebut menyimpan dendam kepada orang yang telah berbuat zalim hanya akan mengotori hati yang akan terus terbawa hingga kita meninggal. 

Baca Juga

"Kita perlu fokus mendoakan seseorang yang telah mendzalimi kita dengan doa kebaikan," kata Buya Yahya saat mengisi pengajian di Masjid Raya Sumatra Barat di Kota Padang, Selasa (15/11/2022). 

Buya Yahya menyebut ilmu yang paling penting untuk kehidupan manusia yaitu, ilmu mengenai menata hati diri sendiri.

"Maka saat ini ilmu yang penting kita hadirkan yaitu ilmu menata hati. Karena kita sering dihadapkan dengan permasalahan hati yang menimbulkan permusuhan atau dengki," ujar Buya Yahya. 

Dia menyebut Nabi Muhammad SAW rindu pada hamba-hambanya yang penuh cinta. Sehingga dengan hidup dengan penuh cinta dapat melestarikan semesta dengan sebaik-baiknya. Bukan dengan kebencian, dendam, dan hasut. 

Kemudian dia melanjutkan, jika ingin membangun dan menata hati perlu ada dasarnya, yaitu dasar iman kepada Allah serta menyadari bahwa kita adalah umat Nabi Muhammad SAW. 

"Untuk menghadirkan rasa kasih sayang di hati manusia, yaitu dengan merenungkan bahwasanya di padang mahsyar nanti manusia yang hidup  dengan cinta, tanpa benci dan dendam itu berkumpul di suatu tempat mendapatkan perlindungan oleh Allah SWT," ujar Buya Yahya.

Doa tuntunan Rasulullah SAW

Namun jika seseorang dianiaya atau dizalimi maka lebi baik berdoa kepada Allah ﷻ untuk mengambil apa yang menjadi haknya.

Adapun dalam Islam terdapat doa yang diajarkan untuk orang-orang yang dizalimi. Doa tersebut ialah حسبنا الله ونعم الوكيل hasbunallah wa ni'mal wakil. “Cukuplah bagi kami Allah (sebagai penolong) dan sebaik-baik pelindung.”   

Dalam hadits disebutkan bahwa ketika seseorang datang menghampiri Nabi Muhammad SAW lalu berkata, "Rasulullah, sesungguhnya orang-orang non-Muslim telah mengumpulkan pasukan untuk menyerangmu, maka takutlah kepada mereka. Kemudian, Nabi SAW mengucapkan, 'Hasbunallah wani'mal-wakil.'" Setelah kejadian ini, Allah menurunkan surah Ali Imran (3) ayat 173: 

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًا ۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

 "Ketika seseorang berkata kepada Rasulullah, orang-orang Quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, ternyata ucapan itu justru menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.'" (HR Bukhari).      

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement