Ahad 04 Dec 2022 14:23 WIB

Polisi Ingatkan Warga tak Manfaatkan Gempa Cianjur untuk Konten Medsos

Banyak warga datang ke lokasi gempa Cianjur hanya untuk membuat konten medsos.

Foto udara yang diambil dengan drone menunjukkan tim penyelamat mencari korban gempa bumi berkekuatan 5,6 SR di Cianjur, Indonesia, 26 November 2022. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 310 orang tewas dan 24 hilang setelah gempa bermagnitudo 5,6 melanda barat daya Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.
Foto: EPA-EFE/MAST IRHAM
Foto udara yang diambil dengan drone menunjukkan tim penyelamat mencari korban gempa bumi berkekuatan 5,6 SR di Cianjur, Indonesia, 26 November 2022. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setidaknya 310 orang tewas dan 24 hilang setelah gempa bermagnitudo 5,6 melanda barat daya Cianjur, Jawa Barat pada 21 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Masyarakat diingatkan untuk tidak memanfaatkan kondisi kerusakan permukiman atau longsor akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat untuk membuat konten di media sosial (medsos). Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan banyak warga yang membuat konten medsos itu yang hanya mencari popularitas.

Menurut Ibrahim, kreator konten itu berdatangan tanpa turut berpartisipasi membantu kesulitan korban. Di samping itu, Ibrahim mengatakan kegiatan pembuatan konten medsos itu mengganggu mobilisasi petugas kebencanaan.

Baca Juga

"Kami akan tertibkan kepada masyarakat yang hanya melewati lokasi tenda pengungsian hanya untuk membuat konten-konten yang hanya akan menimbulkan permasalahan baru," kata Ibrahim dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Ahad (4/12/2022).

Ibrahim sangat menyayangkan ada pihak-pihak yang memanfaatkan musibah itu untuk popularitas. Dia mengatakan petugas di lapangan pun selalu menginterogasi dan menertibkan apabila ada pengendara yang berhenti di sekitar lokasi terdampak bencana.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement