Ahad 11 Dec 2022 19:14 WIB

Erick Thohir Jadikan Momentum Pernikahan Kaesang-Erina Ajang Membumikan Adat Nusantara

Erick Thohir berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya nusantara.

 Erick Thohir Jadikan Momentum Pernikahan Kaesang-Erina Ajang Membumikan Adat Nusantara. Foto:  Warga menyaksikan prosesi adat malam midodareni jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono melalui layar di gedung serbaguna Purwosari, Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (9/12/2022). Tradisi malam midodareni tersebut merupakan rangkaian acara pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.
Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Erick Thohir Jadikan Momentum Pernikahan Kaesang-Erina Ajang Membumikan Adat Nusantara. Foto: Warga menyaksikan prosesi adat malam midodareni jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono melalui layar di gedung serbaguna Purwosari, Sinduadi, Mlati, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (9/12/2022). Tradisi malam midodareni tersebut merupakan rangkaian acara pernikahan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya nusantara. Salah satu yang diupayakan oleh Erick Thohir adalah melakukan revitalisasi Pura Mankunegaraan Solo dan Taman Pracima yang merupakan warisan leluhur yang usianya sudah mencapai ratusan tahun lamannya.

“Bangga bisa menjadi bagian menjaga warisan leluhur. Pura Mangkunegaran merupakan bagian besar sejarah kebudayaan tanah Jawa, yang telah berdiri kokoh selama ratusan tahun,” ujar Erick Thohir dikutip dari akun Instagram @erickthohir, Ahad (11/12/2022).

Baca Juga

Selain merevitalisasi, ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) itu juga mendorong untuk mengembangkan pariwisata dengan memprioritaskan wisatawan dalam negeri.

“Revitalisasi Pura Mangkunegaran Solo dan Taman Pracima Tuin adalah wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong pengembangan pariwisata yang kami prioritaskan untuk wisatawan domestik,” ucapnya.

Pengembangan Kawasan wisata itu nantinya dilakukan oleh Holding BUMN Pariwisata Injourney yang berisi enam gabungan perusahaan plat merah yaitu PT Ankasa Pura I, Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, dan PT Sarinah.

Pengembangan wisata tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di khususnya wisata di Kawasan DIY Yogyakarta, Kota Surakarta dan Semarang, Jawa Tengah.

“Sebagaimana kami di BUMN melalui @injourney.id tengah mengembangkan destinasi wisata di kawasan Joglosemar,” ungkapnya.

Selain itu, Erick mendorong masyarakat untuk wisata dalam negeri ketimbang ke mancanegara karena banyaknya dsetinasi wisata lokal yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

“Selama ini wisatawan domestik kerap luput dari perhatian, alias masih menjadi kelas dua. Sudah saat kita layani warga negara sendiri dengan lebih baik.” Tegas Erick.

Selain InJourney, perusahaan BUMN lain yakni PT PLN (Persero) juga tengah meremajakan instalasi kelistrikan Pura Mangkunegaran. PLN mengganti beberapa komponen instalasi kelistrikan cagar budaya Solo yang berusia ratusan tahun ini.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, langkah PLN dalam mengganti instalasi listrik Pura Mangkunegaran ke sistem yang lebih modern ini bagian dari Nguri Nguri Budaya. Nantinya, Pura Mangkunegaran tak hanya menjadi destinasi wisata yang menarik saja, tetapi menjadi pusat peradaban dan kelestarian budaya Jawa.

"Kami ini jadi bagian kekuatan nguri nguri budaya. Salah satunya, kita membantu juga preservasi lighting lampu dari Pura Mangkunegaran yang usianya sudah ratusan tahun," ucap Darmawan.

Darmawan menjelaskan PLN menyulap kelistrikan di Pura Mangkunegaran dengan peremajaan interior lighting untuk updating pencahayaan sekaligus untuk memperindah kawasan interior menjadi lebih menarik.

"Sehingga diharapkan, ke depan Pura Mangkunegaran ini menjadi kawasan wisata edukasi budaya yang memadukan unsur klasik dan modernisasi, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Jawa dan mampu menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mempelajari adat-istiadat, pengetahuan, norma dan kesenian Jawa," tutupnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement