Senin 12 Dec 2022 15:51 WIB

Kemenag Jatim Luncurkan Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga Maslahah

Setidaknya ada empat dimensi yang perlu diperhatikan dalam menjalin sinergi.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai moderasi beragama merupakan solusi terbaik yang dibutuhkan masyarakat untuk menjaga dan memperkokoh kerukunan antarumat beragama.
Foto: Kemenag
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai moderasi beragama merupakan solusi terbaik yang dibutuhkan masyarakat untuk menjaga dan memperkokoh kerukunan antarumat beragama.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur meluncurkan program Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga Maslahah. Dalam implementasinya, Kanwil Kementerian Agama Jatim menggandeng sejumlah ormas, salah satunya Nahdlatul Ulama.

Program ini dirilis oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Asrama Haji Sukolilo Jawa Timur. Hadir dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rois Am PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, serta Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.

Baca Juga

Acara ini digelar dalam rangka menyukseskan dan mengimplementasikan salah satu program prioritas Kementerian Agama di Jawa Timur, yaitu Penguatan Moderasi Beragama. Kegiatan yang dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya ini dihadiri tidak kurang dari dua ribu peserta.

"Seluruh program di Kementerian Agama harus dipastikan bermanfaat dan memberikan maslahah. Dahulu, ada program Keluarga Berencana, ada Posyandu, yang menurut saya luar biasa dampaknya bagi keluarga. Nah saat ini kita akan membuat program Keluarga Maslahah, yang di dalamnya ditambahkan penguatan tentang hak-hak kewarganegaraan," kata Menag saat memberikan sambutan, dalam keterangan yang didapat Republika, Senin (12/12).

Gus Men, panggilan akrabnya, meminta jajarannya khususnya ASN Kemenag Jatim, untuk terlibat aktif dalam upaya pembentukan keluarga maslahah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin sinergi dan jejaring komunikasi dengan ormas Islam.

Menurutnya, setidaknya ada empat dimensi yang perlu diperhatikan dalam menjalin sinergi. Pertama, jumlah kerja sama yang dilakukan. Semakin banyak kerja sama yang dilakukan maka akan semakin banyak pesan yang tersampaikan kepada masyarakat.

Kedua, ruang lingkup geografis kerja sama dan aktivitas yang dilakukan harus memperhatikan sumber daya yang tersedia. Ketiga, tingkat kecanggihan kerja sama.

"Ini penting. Agar kegiatan kerja sama berjalan baik, harus didukung dengan perkembangan teknologi informasi. Bikin aplikasi yang bisa memudahkan kerja. Sehingga, kerja sama yang dijalin tidak manual dan konvensional. Untuk itu, saya membawa Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo yang ngurusin digitalisasi untuk mendukung kegiatan ini," ujar dia.

Keempat, tingkat penerimaan. Program Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga Maslahah disebut harus benar-benar sampai ke bawah dan dirasakan masyarakat secara luas.

Kakanwil Kemenag Jatim, Husnul Maram, menyampaikan maksud dan tujuan program ini adalah memberikan bekal tambahan tentang pentingnya penguatan moderasi beragama berbasis keluarga maslahah di Jawa Timur. Program ini menyasar para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Adapun Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut baik pencanangan Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Keluarga Maslahah di Jawa Timur. Gubernur juga mengapresiasi Gus Men yang belakangan sering bersilaturahmi ke Jawa Timur untuk melaksanakan penguatan sejumlah program Kemenag.

"Sering-seringlah ke Jawa Timur, Gus Menteri. Semoga dengan kehadiran Gus Menteri, masyarakat semakin maju dan mendapatkan pencerahan, utamanya dalam membangun keluarga maslahah," ujar Khofifah.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement