Kamis 29 Dec 2022 18:19 WIB

Amanah Takaful Tebar 10.000 Alquran di Bumi Serambi Mekah

Islam dan Alquran tidak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat Aceh.

Amanah Takaful bekerja sama dengan Yayasan Haji Armia Anisah meluncurkan program Tebar 10.000 Alquran di Provinsi Aceh,  Mushalla Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussa
Foto: Dok Amanah Takaful
Amanah Takaful bekerja sama dengan Yayasan Haji Armia Anisah meluncurkan program Tebar 10.000 Alquran di Provinsi Aceh, Mushalla Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussa

REPUBLIKA.CO.ID,PIDIE JAYA -- Visi Amanah Takaful untuk menyebarluaskan 1 juta Alquran di pelosok negeri terus berlanjut hingga ke Tanah Rencong Bumi serambi Mekah, Aceh.

Senafas dengan semangat dan peringatan 18 tahun peristiwa tsunami Aceh tahun 2004 silam, kali ini Amanah Takaful bersama bupati dan tokoh masyarakat Kabupaten Pidie Jaya meluncurkan Tebar 10.000 Alquran di Provinsi Aceh. Kegiatan yang berlangsung atas kerja sama dengan Yayasan Haji Armia Anisah tersebut berjalan khidmat di Mushalla Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darussa'adah Cabang Panteraja,  Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (29/12/2022).

Baca Juga

Kabupaten Pidie Jaya menjadi lokasi pertama dalam rangkaian Tebar Alquran Amanah Takaful di Provinsi Aceh. Dalam sambutannya,  Bupati Pidie Jaya, H  Ayuib bin Abbas mengucapkan banyak terimakasih kepada Amanah Takaful dan rasa syukur atas terselenggaranya program yang pertama di Kabupaten Pidie.

"Islam dan Alquran tidak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat di  sini. Adanya sokongan Amanah Takaful dan Yayasan Haji Armia Anisah sudah pasti semakin menggairahkan semangat mengaji khususnya anak-anak kami yang mungkin sudah mulai berkurang. Kami berharap tidak berhenti sampai di  sini saja, ada program lain dan kerja  sama yang lebih antara Pemda, masyarakat dan lembaga sosial dalam rangka memberantas buta huruf Alquran,"  ujar Ayuib di  hadapan para peserta dan tamu undangan.

Sekjen YPI Darussa’adah Tgk  M  Musri  M  Ali juga menegaskan betapa pentingnya Alquran bagi generasi saat ini.  Menurutnya,  Alquran sebagai cahaya dan bekal yang kekal hingga hari akhir mesti masuk dalam gaya hidup anak milenial.

"Bukankah bekal kita ketika wafat nanti adalah amal di dunia? Bukankah Alquran yang menjadi pedoman setiap tanduk hidup kita di dunia? Maka sepatutnya menjadi tanggung  jawab kita juga sebagai orang tua untuk memastikan bekal itu dimiliki oleh anak-anak kita,"  kata Tgk  M Musri saat menyampaikan sambutannya.

Senada dengan itu, Prof  Mohammad Siddiq menekankan bahwa fokusnya bersama pengurus Yayasan H  Armia Anisah adalah pada pembinaan Alquran, perbaikan akhlak dan upaya pemberatasan buta huruf Quran

"Kami senang dengan kegiatan hari ini, karena visi kami sejalan dengan aksi Amanah Takaful selama ini di seluruh Nusantara. Semoga kami bisa ikut menjadi bagian tugas mulai tersebut, membersamai dalam kebaikan dan istiqamah di dalamnya", imbuh Prof Siddiq yang juga merupakan ketua Pembina Yayasan H  Armia Anisah

Sedangkan Direktur Amanah Takaful Ade Abdurachman menyampaikan bahwa ia punya kesan tersendiri pada kegiatan kali ini. "Kedua kalinya bagi saya berkunjung ke Aceh sejak 17 tahun lalu pasca peristiwa tsunami, menjadi semakin istimewa karena Amanah Takaful hadir di Tanah Rencong dengan mengusung lanjutan tebar Alquran di tengah kebutuhan masyarakat terhadap Alquran masih tinggi, sedangkan tingkat kemampuan membacanya rendah. Maka Alquran yang diserahkan hari ini moga bisa membantu percepatan pemberantasan buta huruf Alquran dan insya  Allah akan kita pantau dampaknya tahun depan seperti apa,"  kata Ade mengakhiri sambutannya

Di akhir acara Bupati Ayuib bersama seluruh tokoh masyarakat dan undangan yang hadir secara simbolik menerima Alquran dari Amanah Takaful. Dilanjutkan bersama-sama secara khusyuk berdoa dan bershalawat yang dipimpin oleh Ketua Mejelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Pidie Jaya Tgk  H  Said Abdullah. Seluruh peserta dan undangan mengamini dengan khidmat agar Allah SWT menurunkan berkahnya melalui program Tebar Alquran serta memberikan keselamatan bagi khususnya masyarakat di Aceh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement