Kamis 19 Jan 2023 21:53 WIB

Kemenag Usulkan Rerata Biaya Haji Rp 69 Juta Per Orang

Jamaah haji harus memenuhi syarat istithaah.

Ilustrasi jamaah haji.
Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ilustrasi jamaah haji.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan reratabiaya perjalanan ibadah haji atau BipihTahun 1444 Hijriah/2023 Masehi sebesar Rp 69.193.733 per orang.

"Usulan ini atas pertimbangan untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Formulasi ini juga telah melalui proses kajian," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Dia menjelaskan bahwa rerata biaya perjalanan ibadah haji yang diusulkan mencakup 70 persen dari rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang diusulkan Rp 98.893.909 per orang.

Nilai BPIH yang diusulkan pada tahun 2023, menurut dia, meningkat Rp 514.888 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena ada perubahan signifikan dalam komposisi BPIH.

BPIH mencakup komponen biaya perjalanan ibadah haji yang harus dibayar anggota jamaah dan komponen biaya yang dipenuhi dari nilai manfaat (optimalisasi) pengelolaan dana haji.

Menteri Agama menyampaikan bahwa BPIH Tahun 2022 nilainya Rp 98.379.021 per orang dengan komposisi Bipih sebesar Rp 39.886.009 (40,54 persen) dan Rp 58.493.012 (59,46 persen) dari nilai manfaat pengelolaan dana haji.

Sedangkan BPIH yang diusulkan tahun 2023 nilainya Rp 98.893.909 per orang, yang terdiri atasBipih sebesar Rp 69.193.734 (70 persen) dan alokasi dari nilai manfaat pengelolaan dana haji Rp 29.700.175 (30 persen).

Komponen biaya yang dibebankan langsung kepada jamaah digunakan untuk membayar biaya penerbangan dari embarkasi ke Arab Saudi pulang-pergi (Rp 33.979.784), biaya akomodasi di Makkah(Rp 18.768.000), biaya akomodasi di Madinah (Rp 5.601.840), biaya hidup (Rp 4.080.000), biaya visa (Rp 1.224.000), dan biaya paket layanan masyair(Rp 5.540.109).

Menurut Menteri Agama, formulasi komponen BPIH yang baru diterapkan untuk menyeimbangkan beban jamaah dengan keberlanjutan pemanfaatan nilai manfaat pengelolaan dana haji pada masa yang akan datang.

"Itu usulan pemerintah. Menurut kami, itu yang paling logis untuk menjaga supaya yang ada di BPKH itu tidak tergerus ya dengan komposisi seperti itu," katanya.

"Jadi dana manfaat itu dikurangi, tinggal 30 persen, sementara yang 70 persen menjadi tanggung jawab jamaah," ia menambahkan.

Dia juga mengatakan bahwapembebanan Bipih harus dilakukan sesuai dengan kemampuandan likuiditas penyelenggaraan pelayanan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya.

Dia mengatakan bahwa besaran ongkos haji yang diusulkan oleh Kementerian Agama selanjutnya akan dibahas di tingkat Panitia Kerja (Panja)BPIH Komisi VIII DPR.

"Ini baru usulan, berapa biaya yang nanti disepakati, tergantung pembicaraan di Panja," demikian Menteri Agama.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement