PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), operator jaringan bioskop CGV, mengusulkan perluasan lini usaha dengan menambah kegiatan layanan pijat dan perdagangan ritel kosmetik bagi manusia.
Usulan perubahan aktivitas usaha tercantum sebagai penambahan KBLI 86995 untuk aktivitas rumah pijat dan KBLI 47724 untuk industri perdagangan eceran kosmetik. Rencana masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2026.
Skema Layanan Pijat Di Dalam Bioskop
Direktur BLTZ, Yang Cheolung, menyatakan perseroan bermaksud menawarkan layanan pijat melalui kerja sama dengan penyedia pihak ketiga. Pelaksanaan layanan direncanakan di CGV yang berlokasi di Mall Pacific Place.
Menurut penjelasan resmi, peran perseroan adalah menawarkan dan memasarkan layanan pijat kepada pelanggan, baik lewat aplikasi perusahaan maupun secara langsung saat transaksi di area concession bioskop. Terapis yang memberi layanan akan berasal dari karyawan dan/atau tenaga kerja di bawah pengelolaan pihak ketiga.
Hingga saat ini perseroan belum menunjuk mitra penyedia tenaga terapis, namun rencana kerja sama mencakup beberapa calon, seperti Kokuo Family Massage & Reflexology, Meiso Reflexology, Energy Reflexology Bar, dan Karada Japanese Body Care.
Layanan pijat akan disediakan di dalam studio bioskop selama penayangan film dan hanya ditawarkan eksklusif untuk audi kelas gold. Alasan pemilihan audi ini terkait fasilitas sofa single seater dan jarak antar tempat duduk yang lebih lapang sehingga dinilai menyediakan ruang memadai tanpa mengganggu kenyamanan penonton lain.
Ritel Kosmetik Korea Di Area Lalu Lintas Tinggi
Selain pijat, BLTZ berencana memanfaatkan tren produk kecantikan Korea/ K-Beauty dengan membuka booth penjualan kosmetik di lokasi CGV yang memiliki tingkat kunjungan tinggi, seperti CGV Central Park dan CGV Grand Indonesia. Booth akan memanfaatkan area dalam kompleks bioskop dan beroperasi mengikuti jam lokasi masing-masing.
Pilihan merek masih dalam tahap negosiasi. Beberapa nama yang sedang dijajaki antara lain Olive Young, Bioheal, Wakemake, serta sejumlah brand lain yang belum diputuskan secara final karena proses evaluasi dan negosiasi masih berlangsung.
Untuk mendukung pembukaan tiap booth, manajemen menyiapkan belanja modal sekitar Rp100 juta per lokasi yang akan bersumber dari kas internal perseroan.
Proyeksi Dampak Keuangan
Manajemen menyatakan keyakinan bahwa kehadiran layanan pijat dan booth kosmetik Korea dapat meningkatkan kunjungan pengunjung, memperpanjang durasi interaksi konsumen di area CGV, serta membuka sumber pendapatan baru bagi perseroan.
Yang Cheolung menyebut tambahan dua kegiatan usaha tersebut diperkirakan menambah pendapatan perseroan sebesar Rp201 juta pada 2026. Proyeksi total penjualan perseroan pada 2026 dipaparkan mencapai Rp1.413.141.000.000, naik 0,0142% dibanding proyeksi tanpa penambahan kegiatan usaha yang sebesar Rp1.412.940.000.000.
Lebih lanjut, perseroan memproyeksikan selisih pendapatan hingga tahun 2030 mencapai Rp2.797.000.000 jika kedua kegiatan usaha tersebut dijalankan.
Ikuti Ihram.co.id
