Berita

Donald Trump Bidik Greenland Pasca Venezuela, PM Denmark Ancam Bubarnya NATO

Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengalihkan fokusnya ke Greenland, sebuah wilayah otonom di bawah kekuasaan Denmark, setelah operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Ketertarikan Trump terhadap Greenland bukanlah hal baru, mengingat lokasinya yang strategis dan kekayaan sumber daya mineralnya.

PM Denmark: Pencaplokan Greenland Akan Mengakhiri NATO

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengecam keras wacana pencaplokan Greenland oleh AS. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan mengakhiri aliansi militer NATO. Pernyataan ini disampaikan Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin (5/1) waktu setempat. “Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir,” ujar Frederiksen. Ia menambahkan, “Artinya, itu termasuk NATO kita dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia Kedua.”

Operasi pasukan AS di Caracas, ibu kota Venezuela, untuk menangkap pemimpin Nicolás Maduro dan istrinya telah mengejutkan dunia dan meningkatkan kekhawatiran di Denmark, yang merupakan wilayah semi-otonom kerajaan Denmark dan karenanya merupakan bagian dari NATO.

Dukungan Eropa untuk Denmark

Sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, mengeluarkan pernyataan bersama untuk mendukung Denmark. Mereka menentang rencana Donald Trump untuk menguasai wilayah Greenland.

“Keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa dan sangat penting bagi keamanan internasional dan transatlantik,” bunyi pernyataan para pemimpin Eropa tersebut, dilansir AFP pada Selasa (6/1/2026). Mereka menegaskan bahwa Denmark, termasuk wilayah Greenland, adalah bagian dari NATO dan meminta Amerika Serikat untuk menghormati kedaulatan teritorial sebuah negara.

“Oleh karena itu, keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama dengan sekutu NATO termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan,” lanjut pernyataan itu. “Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut.”

Advertisement

Para pemimpin Eropa menekankan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya. “Greenland adalah milik rakyatnya. Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland,” tegas mereka.

Alasan Keamanan Nasional Trump

Sejak kembali menjabat, Trump bersikeras bahwa Amerika Serikat ‘membutuhkan’ wilayah otonom Denmark tersebut untuk alasan keamanan nasional. Ia bahkan tidak menolak penggunaan rencana militer untuk mencaploknya. Dilansir detikNews, pada Minggu (21/12/2025), Trump menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai Utusan Khusus AS untuk Greenland, sebuah tindakan yang memicu kemarahan Denmark hingga Kopenhagen memanggil duta besar AS.

“Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral,” kata Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida, AS pada hari Senin (22/12) waktu setempat. “Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana,” ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025). Presiden ke-47 AS itu menegaskan kembali perlunya wilayah kaya mineral itu untuk menjamin ‘keamanan nasionalnya’. “Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya,” kata Trump.

Pembahasan lebih lanjut mengenai isu ini dapat disaksikan dalam program detikPagi edisi Rabu (7/1/2026).

Advertisement