PT Data Sinergitama Jaya Tbk (Elitery) mempercepat transformasi menjadi perusahaan teknologi regional dengan menyiapkan ekspansi ke pasar Eropa Barat.
Perusahaan menilai tingginya kebutuhan layanan cloud computing, artificial intelligence (AI), dan cybersecurity di kawasan itu membuka peluang memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan dalam valuta asing.
Direktur Utama Elit, Kresna Adiprawira, mengatakan ekspansi internasional menjadi agenda strategis untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Setelah memperkuat pijakan bisnis di Malaysia, Elitery kini menjajaki kerja sama dengan beberapa calon mitra strategis di Eropa Barat. Manajemen menyatakan telah melakukan penjajakan sejak awal tahun dan menemukan sejumlah perusahaan di sana mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja berkualitas di bidang cloud dan keamanan siber.
Ihram.co.id — “Kami melihat peluang yang sangat besar. Teknologi cloud, cybersecurity, maupun AI bersifat global. Baik menggunakan AWS, Google Cloud Platform maupun Microsoft Azure, teknologi tersebut dapat dikerjakan dari mana saja untuk melayani pelanggan di mana saja,” kata Kresna usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Hingga kini perseroan mengaku telah mencapai kesepahaman prinsip dengan beberapa calon mitra, namun negosiasi masih berlangsung sehingga identitas dan target waktu realisasi belum diungkapkan.
Batu Loncatan
Elitery menyiapkan model bisnis berbasis sales hub, di mana tim di Eropa fokus pada fungsi penjualan dan solution architecting, sedangkan aktivitas operasional serta layanan dilaksanakan dari Indonesia dan Malaysia.
Manajemen menilai strategi itu dapat meningkatkan efisiensi biaya dan memanfaatkan keunggulan sumber daya manusia perusahaan. Selain itu, pendapatan dari pasar Eropa akan menggunakan euro, yang dinilai relatif lebih kuat dibanding rupiah.
“Seluruh service delivery akan dilakukan dari Indonesia dan Malaysia. Dengan model ini kami dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga efisiensi operasional dalam ekspansi internasional,” ujar Kresna.
Sejalan dengan rencana ekspansi, Elitery terus memperkuat portofolio bisnis di bidang kecerdasan buatan dan keamanan siber. Perusahaan memandang AI sebagai teknologi fundamental dan telah menerapkan berbagai proyek AI secara internal untuk meningkatkan efisiensi serta mengembangkan solusi baru bagi pelanggan.
Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah AI Tutor, platform pembelajaran berbasis AI yang kini menjalani tahap proof of concept bersama institusi pendidikan di Malaysia. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, solusi tersebut berpotensi digunakan oleh sekitar 20 juta pelajar di negara tersebut.
Selain AI, perusahaan melihat peluang dari meningkatnya ancaman keamanan siber global. Maraknya cyber fraud dan kejahatan digital mendorong penguatan layanan managed security services yang terintegrasi dengan teknologi AI.
Perusahaan juga menyorot beberapa capaian strategis sebagai penunjang ekspansi. Elitery tercatat sebagai perusahaan lokal yang memiliki sertifikasi Google Cloud Managed Service Provider (MSP) dan Managed Security Services Provider (MSSP). Pada awal 2026, perseroan memperoleh AWS Migration Competency Designation untuk memperkuat kapabilitas layanan migrasi dan transformasi cloud.
“Inovasi teknologi, khususnya di bidang cybersecurity dan AI, serta ekspansi regional akan menjadi fokus utama kami ke depan. Kami ingin terus tumbuh sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, terutama di Asia dan Eropa,” kata Kresna.
Ekspansi di Malaysia
Sebelum membidik Eropa, Elitery memperluas operasional ke Malaysia, yang dinilai memiliki prospek ekonomi digital menjanjikan. Perseroan menilai investasi pusat data dan digitalisasi di Malaysia akan mendorong kebutuhan layanan cloud dan keamanan siber.
Elitery menjalankan inisiatif pengembangan talenta digital di Malaysia melalui program Cendekiawan yang hingga kuartal I-2026 telah melatih hampir 15 ribu peserta. Tahun ini, perusahaan menargetkan jumlah peserta mencapai 100 ribu melalui kerja sama dengan sekitar 43 universitas.
Hasil RUPST
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Rabu (17/6/2026), pemegang saham menyetujui keputusan perseroan untuk tidak membagikan dividen atas laba tahun buku 2025.
Manajemen menyatakan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi dan pengembangan teknologi masih besar, sehingga laba ditahan akan dialokasikan untuk pengembangan teknologi, ekspansi internasional, serta penguatan layanan berbasis AI dan cybersecurity.
Sepanjang 2025, Elitery mencatat laba bersih sebesar Rp 33,72 miliar, naik 30,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan usaha tercatat Rp 462,86 miliar, dengan laba kotor meningkat 7,69% menjadi Rp 124,33 miliar.
Kenaikan profitabilitas tercermin dari gross profit margin menjadi 26,86% dan EBITDA yang tumbuh 17,49% menjadi Rp 68,69 miliar.
Dari sisi neraca, posisi keuangan perseroan menunjukkan perbaikan. Saldo kas dan bank meningkat menjadi Rp 41,74 miliar, total liabilitas turun 4,52% menjadi Rp 138,65 miliar, dan ekuitas naik 17,84% menjadi Rp 158,06 miliar.
Ikuti Ihram.co.id
