Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto meminta pemerintah daerah untuk segera mengatasi minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor. Hal ini disampaikan menyusul pemetaan titik-titik rawan yang telah dilakukan oleh kepolisian.
Minimnya PJU Jadi Penyebab Utama
Menurut Wikha, mayoritas titik rawan kecelakaan memiliki kondisi jalan yang gelap, licin, serta rambu dan marka yang tidak memadai. “Anatominya rata-rata jalannya gelap, licin, rambu dan markahnya tidak layak,” ujar Wikha, Kamis (1/1/2026).
Ia berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian dan solusi, terutama terkait penerangan jalan. “Untuk itu pada kesempatan ini saya memohon bantuan kepada Pak Wakil Bupati, Pak Ketua DPRD, mungkin nanti rinciannya akan diserahkan oleh Pak Kasat Lantas nanti ke pihak pemerintah daerah,” tuturnya.
Dengan adanya PJU, diharapkan lokasi-lokasi rawan kecelakaan yang selama ini gelap dapat diterangi. “Sehingga lokasi-lokasi rawan laka (kecelakaan) ini yang kebanyakan karena jalannya gelap, tidak ada PJU-nya, kemudian markahnya sudah sedikit, itu bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Angka Kecelakaan Menurun di 2025
Meskipun demikian, Wikha mengapresiasi penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bogor selama tahun 2025. Secara keseluruhan, angka kecelakaan menurun sebesar 6,43% dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jadi kita bisa meminimalisir kejadian-kejadian kecelakaan lalu lintas melalui upaya-upaya preventif,” jelasnya.
Dalam rilis akhir tahun yang digelar di kantornya pada Rabu (31/12/2025), Wikha memaparkan data Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, Kelancaran Lalu Lintas). “Nah, ini laka lantasnya sungguh luar biasa, dari segi kuantitas atau jumlah kejadian lakanya turun, trennya turun 6,43%,” katanya.
Tidak hanya jumlah kejadian, tingkat fatalitas korban kecelakaan juga mengalami penurunan signifikan. “Kemudian, dari kualitas lakanya, dari tingkat fatalitasnya juga turun, ini turunnya cukup signifikan jadi turunnya 39,94%,” ungkapnya.






