Pada 2016, Lionel Messi sempat menyatakan pensiun dari tim nasional setelah kekalahan di final Copa America yang diwarnai kegagalan eksekusi penalti. Pernyataan itu muncul ketika ia merasa sudah melakukan semua upaya untuk mengantarkan Argentina juara, setelah rangkaian kekalahan di final turnamen besar selama sembilan tahun.

Satu dekade kemudian, dua hari menjelang ulang tahunnya yang ke-39, situasi berbalik. Messi masih mengenakan ban kapten Argentina dan baru saja menorehkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Rekor Terbaru dan Peran Kunci Dalam Kemenangan

Dalam laga melawan Austria, Messi mencetak dua gol yang membawa Argentina menang 2-0. Gol pertamanya, pada menit ke-38, menjadi gol ke-17nya di Piala Dunia dan resmi melewati rekor Miroslav Klose. Pada masa injury time babak kedua, ia menambah gol ke-18 dengan melewati dua bek dari sudut sempit.

Awal pertandingan sempat memberi catatan kurang baik bagi Messi ketika tendangan penalti pada menit kedelapan membentur mistar. Namun, kesalahan itu segera ditebus lewat gol dari permainan terbuka.

Statistik dan Catatan Khusus

  • Jumlah gol Piala Dunia: 18 gol dari 28 pertandingan.
  • Konsentrasi gol di usia lanjut: 12 dari 18 gol dicetak setelah ia berusia di atas 35 tahun.
  • Preferensi kaki: 14 gol dicetak dengan kaki kiri.
  • Gol dari luar kotak: Empat gol.
  • Kontribusi tim: Messi menyumbang lima dari total gol Argentina di Piala Dunia kali ini.
  • Rekor beruntun: Ia menjadi pemain ketiga yang mencetak gol di enam laga Piala Dunia berturut-turut, menyamai catatan Just Fontaine (1958) dan Jairzinho (1970).
“Kita tidak punya waktu untuk membuat patung bagi Lionel Messi atau menganalisisnya terlalu dalam di surat kabar. Kecepatannya memecahkan rekor terlalu sulit diikuti,”

kata jurnalis sepak bola Guillem Balague mengenai rekor yang dicapai Messi.

Sisi Manusiawi di Balik Rekor

Meski menuai pujian, laga ini juga menyorot sisi manusiawi Messi. Kegagalan penalti membuatnya menjadi pemain pertama yang gagal penalti di Piala Dunia 2026. Ia kini memegang rekor sebagai pemain yang paling sering mengambil penalti (tujuh kali) sekaligus paling sering gagal mengeksekusi penalti (tiga kali) dalam sejarah turnamen, di luar adu penalti.

“Ada momen di mana saya sangat marah pada diri sendiri karena gagal penalti. Beruntung kami bisa membalikkan situasi, unggul, dan meraih tiga poin,” ujar Messi usai laga.

Pengamat Tim Vickery berkomentar bahwa rekor itu dicapai lewat permainan terbuka, bukan titik putih: “Dewa sepak bola tampaknya tidak ingin dia memecahkan rekor lewat titik putih. Mereka ingin Messi memecahkannya melalui skema permainan terbuka.”

Perjalanan Panjang Bersama Albiceleste

Karier internasional Messi bersama Argentina merupakan rangkaian ketabahan. Pada awal kariernya, ekspektasi tinggi untuk menyamai pencapaian Diego Maradona justru diikuti oleh serangkaian kekalahan di partai final, termasuk Piala Dunia 2014 serta Copa America 2015 dan 2016. Tekanan publik membuatnya sempat mengumumkan pengunduran diri dari tim nasional pada usia 29 tahun.

Titik balik datang setelah Lionel Scaloni menjadi pelatih pada 2018 dan merombak tim dengan memasukkan pemain muda yang mendukung peran Messi. Kombinasi ini berbuah gelar: Copa America 2021, kemenangan di Finalissima, dan puncaknya trofi Piala Dunia 2022. Keberhasilan itu menandai era baru bagi sepak bola Argentina dan membuktikan dampak keputusan Messi untuk kembali dari pengunduran diri.