Drama di luar lapangan mewarnai penampilan Iran pada laga pembuka Piala Dunia di SoFi Stadium, Inglewood. Sesaat setelah bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru, skuad Iran mengaku menerima perintah mendadak untuk segera meninggalkan Amerika Serikat.
Pelatih Amir Ghalenoei menyatakan keputusan itu mengganggu proses pemulihan tim yang semula berencana menginap di California setelah pertandingan. Mereka malah diminta kembali ke markas latihan di Tijuana, Meksiko, yang berjarak sekitar 225 kilometer.
Keluhan Pelatih dan Kapten
Ghalenoei mengungkapkan kekecewaannya soal waktu istirahat yang dipersingkat. Ia menilai pemulihan pascapertandingan sangat penting bagi para pemain dan merasa timnya tidak mendapat kesempatan cukup untuk itu.
Ihram.co.id — “Mereka bahkan tidak memberi kami waktu untuk pulih. Kami diperintahkan segera pergi. Bagi kami, pemulihan itu sangat krusial, dan kami benar-benar terganggu dengan keputusan ini,” ujar Ghalenoei.
Kapten tim, Mehdi Taremi, menambahkan masalah lain berupa minimnya staf pendukung. Ia menyebut beberapa pejabat dan pelatih tidak mendapatkan visa masuk ke AS, yang turut mempersulit persiapan tim.
“Semuanya terasa seperti bencana bagi kami,” kata Taremi.
Suasana Stadion dan Jadwal Selanjutnya
Meski diliputi tekanan politik dan kendala logistik, pertandingan di SoFi Stadium berlangsung sengit. Selandia Baru dua kali memimpin melalui gol Elijah Just, namun Iran menyamakan skor lewat Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebi.
Suporter diaspora Iran di Los Angeles memberi dukungan vokal di dalam stadion, meski di luar sempat terjadi protes dari kelompok yang menentang pemerintah Iran dan aksi sebagian penonton membelakangi lapangan saat lagu kebangsaan.
Iran kini bersiap menghadapi laga penting berikutnya melawan Belgia di Inglewood pada Minggu, sebelum terbang ke Seattle untuk menghadapi Mesir pekan depan. Hasil imbang pada laga pembuka membuat keempat tim di grup tersebut sama-sama mengantongi satu poin.
Dampak Ketegangan Politik
Menurut pernyataan tim, kesulitan yang dialami merupakan akibat ketegangan geopolitik yang memuncak sejak konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. Persiapan Iran juga terganggu oleh penolakan visa bagi sejumlah staf kunci dan kegagalan upaya memindahkan lokasi pertandingan grup ke luar AS.
Situasi ini menjadikan partisipasi Iran di turnamen kali ini bukan hanya soal olahraga, melainkan mencerminkan pengaruh dinamika hubungan internasional terhadap jalannya pertandingan.
Ikuti Ihram.co.id
