PT Pertamina mengimplementasikan pembangkit listrik tenaga surya pada salah satu kapal pengangkutnya sebagai langkah dekarbonisasi sektor maritim. Pemasangan PLTS off-grid pada Kapal Oil Barge Patra 2303 diperkirakan mampu menurunkan emisi sekitar 79,2 ton CO2 tiap tahun.
Sistem panel surya berkapasitas 11,5 kWp itu diintegrasikan dengan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 32 kWh. Selain mengurangi emisi karbon, pemanfaatan listrik tenaga surya diproyeksikan menghemat bahan bakar diesel sekitar 28,08 kiloliter per tahun.
Kolaborasi Internal Pertamina
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sebagai pengembang solusi energi terbarukan, Pertamina Trans Kontinental (PTK) sebagai operator armada, dan Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding Integrated Marine Logistics.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina, Agung Wicaksono, menyatakan bahwa penerapan energi surya di kapal menunjukkan dedieselisasi bukan hanya bisa dilakukan di darat tetapi juga di laut.
“Pemanfaatan energi surya yang dipadukan dengan baterai menunjukkan bahwa dedieselisasi (konversi sumber energi diesel ke sumber energi alternatif) tidak hanya dapat dilakukan di darat, tetapi juga di laut. Ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap mendukung percepatan transisi energi,”
Agung menyampaikan pernyataan tersebut usai meninjau Kapal OB Patra 2303 di Pangkal Pinang pada Kamis (11/6).
Aspek Keselamatan dan Operasional
Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi, menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama sejak perencanaan hingga pemasangan sistem PLTS di kapal.
OB Patra 2303 mengangkut muatan minyak sehingga pemasangan perangkat energi terbarukan pada kapal tersebut harus memenuhi standar keselamatan yang lebih ketat dibandingkan instalasi di fasilitas konvensional.
“Yang membuat proyek ini istimewa adalah pemasangan dilakukan pada kapal yang mengangkut muatan berbahaya. Karena itu, proses instalasi harus memenuhi standar keselamatan yang jauh lebih ketat,”
Menurut PTK, implementasi PLTS dilaksanakan dengan standar HSSE tinggi agar sistem beroperasi aman tanpa mengganggu aktivitas kapal.
Makna Proyek Untuk Strategi Dekarbonisasi
Direktur Perencanaan Bisnis Pertamina International Shipping, Eka Suhendra, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam strategi dekarbonisasi maritim Pertamina.
“Keberhasilan proyek ini memperlihatkan bahwa transisi energi dapat berjalan melalui kolaborasi, inovasi, dan keberanian menghadirkan teknologi baru,”
Proyek PLTS di kapal bagian dari upaya Pertamina mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 dengan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca Cakupan 1 dan 2 sebesar 30 persen.
Pertamina menargetkan pengurangan emisi hingga 1,9 juta ton CO2. Dalam dua bulan pertama tahun ini, realisasi penurunan emisi di lingkungan Pertamina dilaporkan mencapai 354.609 ton CO2 atau 112 persen dari target periode berjalan.
Ikuti Ihram.co.id
