Pertandingan pembuka Grup I Piala Dunia 2026 mempertemukan Prancis dan Senegal di MetLife Stadium, New Jersey, Rabu (17/6/2026) pukul 02.00 WIB. Laga ini tidak sekadar perebutan tiga poin, melainkan perjumpaan dua negara yang memiliki ikatan sejarah panjang dan jejak dalam catatan besar sepak bola dunia.

Memori publik sepak bola kembali ke Piala Dunia 2002 di Seoul, ketika Senegal—pada debutnya—menumbangkan juara bertahan Prancis lewat gol Papa Bouba Diop. Kini, 24 tahun berselang, kedua tim bertemu lagi dengan konteks berbeda: Prancis datang sebagai salah satu kandidat juara, sementara Senegal berambisi mengulang kejutan masa lalu.

Deschamps Mengejar Warisan

Bagi pelatih Prancis, Didier Deschamps, turnamen ini memiliki makna lebih dari sekadar mengejar trofi. Saat ini ia tercatat mengoleksi 14 kemenangan sebagai pelatih di ajang Piala Dunia. Jika mampu menambah tiga kemenangan, Deschamps akan melampaui rekor Helmut Schön sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak di turnamen tersebut.

Selain itu, kariernya bersama tim nasional mendekati akhir karena kursi pelatih dijadwalkan akan diserahkan kepada Zinedine Zidane setelah turnamen. Karena itu, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Deschamps untuk menutup perjalanan kepelatihan dengan pencapaian tertinggi.

Ancaman Dari Lini Serang Prancis

Prancis datang dengan salah satu lini serang paling lengkap di turnamen. Kylian Mbappé kembali menjadi pusat perhatian setelah mencetak 42 gol pada semua kompetisi bersama Real Madrid musim ini; ia kini tinggal membutuhkan satu gol untuk menyamai rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak timnas Prancis.

Selain Mbappé, skuad Prancis diperkuat Ousmane Dembélé dan Michael Olise—yang pada musim ini mencatatkan 26 assist—serta nama-nama seperti Bradley Barcola dan Désiré Doué yang menambah kedalaman tim. Di sektor bertahan, kembalinya William Saliba dan Jules Kounde dari masalah kebugaran melengkapi hampir seluruh susunan pemain andalan Prancis.

Senegal Dengan Modal Kepercayaan Diri

Senegal datang sebagai underdog yang patut diperhitungkan. Di bawah asuhan Pape Thiaw, skuadnya belum terkalahkan dalam 30 pertandingan kompetitif sejak tersingkir dari Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Mereka menapaki kualifikasi menuju Piala Dunia 2026 tanpa kekalahan—mencatat tujuh kemenangan dan tiga imbang serta hanya kebobolan tiga gol. Komposisi pemain juga kuat: 20 pemain berkarier di liga-liga elite Eropa, dengan Sadio Mané kembali bugar dan Idrissa Gueye sebagai pemimpin lini tengah.

Dalam laga persiapan, Senegal sempat kalah 2-3 dari Amerika Serikat dan imbang tanpa gol melawan Arab Saudi, tetapi tim tetap memasuki turnamen dengan rasa percaya diri tinggi.

Dimensi Identitas Dalam Laga

Pertandingan ini membawa dimensi lain: 10 pemain dalam skuad Senegal lahir di Prancis sebelum memilih membela negara leluhur mereka. Fakta tersebut menambah lapisan makna ketika kedua tim bertemu di atas lapangan, menggabungkan aspek sejarah, budaya, dan migrasi.

Senegal juga membawa motivasi tambahan terkait status juara Afrika; gelar Piala Afrika 2025 mereka masih menjadi perdebatan yang tengah diproses di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sehingga Piala Dunia menjadi panggung menunjukkan kualitas mereka di kancah global.

Prediksi Laga

Berdasarkan kualitas individu dan kedalaman skuad, Prancis tetap difavoritkan memenangkan pertandingan. Pengalaman, kualitas pemain, dan konsistensi performa menjadi faktor yang mengunggulkan Les Bleus.

Namun sejarah Piala Dunia menyisakan ruang untuk kejutan—sebagaimana yang pernah dibuat Senegal pada 2002. Untuk laga ini, prediksi skor 2-1 mengunggulkan Prancis, mencerminkan keunggulan kualitas dan kedalaman skuad yang masih berpihak kepada Les Bleus.