Presiden Prabowo Subianto menyambut baik usulan agar biaya riset dan inovasi dibiayai dari sebagian laba badan usaha milik negara (BUMN). Usulan itu disampaikan sejumlah guru besar pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Meski menilai gagasan tersebut positif, Kepala Negara mengingatkan kondisi keuangan beberapa BUMN yang belum mencatatkan laba menjadi kendala pelaksanaannya.
“Tadi juga usulan sektor industri. Biaya riset diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba untuk riset dan untuk riset, inovasi. Itu bagus usulannya. Masalahnya, BUMN-BUMN ini ada labanya enggak?” kata Prabowo di Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Prabowo menyatakan pemerintah tengah melakukan pembenahan dan penertiban menyeluruh terhadap BUMN agar lebih produktif dan mampu menghasilkan laba.
Ihram.co.id — “Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini ya kita sudah tahulah, sudah lama jadi orang Indonesia saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,”
Di sisi lain, Prabowo mencatat ada perbaikan di tubuh BUMN dalam setahun terakhir. Beberapa perusahaan dilaporkan mulai kembali mencatatkan laba, dan ia menyampaikan apresiasi kepada Danantara atas kinerjanya.
“Sekarang mulai ada, Terima kasih Danantara, Terima kasih. Terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba,” ujarnya.
Ikuti Ihram.co.id
