Berita

Prabowo Subianto Luncurkan “Sekolah Rakyat” untuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Advertisement

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus memfokuskan upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu program unggulan yang diimplementasikan adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan gratis yang sejalan dengan visi Asta Cita nomor 4.

Gerakan Edukasi Masif untuk Akses Pendidikan Setara

Sekolah Rakyat dirancang sebagai gerakan edukasi masif yang bertujuan agar seluruh masyarakat memahami urgensi pendidikan yang setara bagi setiap anak Indonesia. Pemerintah menargetkan sebanyak 500 unit Sekolah Rakyat beroperasi hingga tahun 2029, menandai akhir masa kepemimpinan Presiden Prabowo.

Saat ini, program ini telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan berdirinya 166 Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas. “Sebanyak 166 Sekolah Rakyat sudah beroperasi. Ini luar biasa. Saya berterima kasih kepada menteri-menteri yang terkait,” ujar Prabowo, mengutip laman Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), Minggu (4/1/2026).

Fokus pada Anak dari Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

Program ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo, yang secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka adalah kelompok yang selama ini menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Anak-anak yang terdaftar di Sekolah Rakyat berasal dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan desil 2. “Mereka berasal dari keluarga yang paling bawah dalam bidang ekonomi, desil 1 dan 2, yang sebelumnya banyak tidak bersekolah sama sekali. Ada yang membantu orang tuanya menjadi pemulung, ada yang hidup di jalanan,” jelas Prabowo.

Presiden Prabowo menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan yang kini dimiliki anak-anak tersebut untuk bersekolah secara gratis, mendapatkan fasilitas berasrama, dan makan gratis. Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat dirancang secara strategis untuk memutus rantai kemiskinan.

Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan

Menurut Prabowo, anak dari keluarga miskin atau bahkan cucu dari keluarga miskin tidak seharusnya mewarisi kemiskinan. “Anak orang miskin atau cucu orang miskin tidak harus menjadi miskin. Kita harus berani mengubah, harus berani memotong rantai kemiskinan,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Kita tidak boleh menyerah pada keadaan. Orang yang paling bawah ini sering kali tidak terlihat, kelompok elit tidak pernah melihat apalagi merasakan kesulitan mereka.” Presiden menekankan bahwa masyarakat yang paling membutuhkan ini seringkali luput dari perhatian banyak orang.

Advertisement

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi nyata yang dapat memperkuat potensi SDM Indonesia dan berkontribusi pada pencapaian Indonesia Emas 2045. “Kalau tidak bisa membantu banyak orang, kita bantu beberapa orang. Kalau tidak bisa membantu beberapa orang, kita bantu satu orang,” ujar Prabowo, mengutip filosofi kesederhanaan dalam membantu.

“Kalau satu orang pun tidak bisa kita bantu, jangan kita mempersulit orang lain. Ini pendekatan yang sangat sederhana. We must do what we can do. And we can do, if we want to,” imbuhnya.

Peluncuran Nasional di Banjarbaru

Momentum peluncuran nasional Sekolah Rakyat dijadwalkan akan digelar pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Acara ini mengusung tagline ‘Cerdas Bersama, Tumbuh Setara’ dan tema Peluncuran Sekolah Rakyat dengan tajuk khusus ‘Obor Masa Depan Menantang Dunia’.

Presiden Prabowo dijadwalkan memimpin langsung peluncuran tersebut, didampingi oleh Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Presiden bersama para Menteri Kabinet Merah Putih dan pemangku kepentingan terkait akan melakukan peninjauan bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat. Presiden juga direncanakan akan memberikan materi pengajaran di salah satu kelas.

Sejumlah pakar pendidikan ternama akan turut terlibat dalam diskusi mengenai arah dan urgensi program ini. Di antaranya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2009-2014 Prof Dr Ir Muhammad Nuh, Sosiolog UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Tantan Hermansah, serta Pakar Pendidikan Darmaningtyas.

Acara peluncuran juga akan dimeriahkan oleh penampilan siswa-siswi Sekolah Rakyat yang akan menampilkan berbagai kemampuan di luar kegiatan belajar mengajar, seperti silat, pidato dalam Bahasa Inggris, Jepang, Arab, dan Mandarin, paduan suara, tarian khas daerah, serta permainan alat musik tradisional Banjarbaru dan Banjarmasin.

Seluruh informasi terkait program Sekolah Rakyat dapat diakses melalui kanal detikcom, termasuk melalui tagsite khusus yang disiapkan sebagai sumber referensi resmi. Rangkaian acara peluncuran program ini juga dapat diikuti secara langsung melalui kanal detikcom.

Advertisement