Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali melemah pada sesi I perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Pada sekitar pukul 09.13 WIB, harga saham tercatat turun 2,53% ke Rp 5.775.

Pergerakan itu berlangsung bersamaan dengan aktivitas perdagangan tinggi: sebanyak 106 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 14.863 kali dan nilai transaksi Rp 610,67 miliar.

Saat harga tertekan, sempat terjadi aksi serok. Mengacu data aplikasi Stockbit Sekuritas, pada satu titik BBCA mencatat net buy sebesar Rp 51,1 miliar, tertinggi di antara saham-saham net buy lainnya.

Namun beberapa menit kemudian, sekitar pukul 09.18 WIB, posisi berbalik menjadi net sell sebesar Rp 8,6 miliar. Kedua aksi yang berlawanan ini mencerminkan tarik-ulur di perdagangan saham BBCA pada sesi tersebut.

Sebelumnya, pada akhir perdagangan Senin, 29 Juni 2026, saham BBCA berbalik arah dengan anjlok 4,05% ke level Rp 5.925. Investor asing tercatat sebagai pelaku pelemahan dengan mencetak net sell besar pada hari itu.

Pada perdagangan Senin, sebanyak 189,69 juta saham BBCA berpindah tangan dengan frekuensi 46.637 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,15 triliun. Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 423,63 miliar.

Mengacu data Stockbit Sekuritas, broker UBS Sekuritas Indonesia tercatat paling banyak mencatatkan net sell investor asing pada saham BBCA sebesar Rp 322,8 miliar pada hari tersebut.

Proyeksi Level Teknis

Dalam perhitungan CGS International Sekuritas untuk perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, saham BBCA diperkirakan masih memiliki potensi penurunan dengan support pertama pada level Rp 5.833 dan support kedua pada Rp 5.742.

Sementara itu, ada peluang penguatan apabila harga menyentuh pivot di level Rp 6.017, dengan resistance pertama di Rp 6.108 dan resistance kedua di Rp 6.292.