Berita

Siklon Tropis Jenna Terbentuk di Samudra Hindia, Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Ini

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan pembentukan Siklon Tropis Jenna yang berkembang dari Bibit Siklon 91S. Fenomena cuaca ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Mengutip dari akun Instagram BMKG (@infobmkg), Siklon Tropis Jenna mulai terbentuk pada Minggu, 05 Januari 2026, pukul 13.00 WIB. Pusat siklon ini berada di sekitar Samudra Hindia barat daya Banten. Kecepatan angin maksimumnya mencapai 55 knot atau sekitar 100 km/jam dengan tekanan udara minimum 990 hPa. Saat ini, Siklon Tropis Jenna berada dalam wilayah monitoring TCWC Jakarta.

BMKG memprediksi Siklon Tropis Jenna akan meningkat menjadi kategori 3 dan bergerak ke arah barat daya, menjauhi wilayah Indonesia dalam periode 24 jam ke depan. Meskipun menjauh, siklon ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia hingga Senin, 07 Januari 2026, pukul 07.00 WIB.

Dampak Gelombang Tinggi

Gelombang laut dengan ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter diperkirakan terjadi di beberapa kawasan perairan, meliputi:

Advertisement

  • Perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung
  • Selat Sunda bagian Selatan
  • Perairan selatan Pulau Jawa
  • Samudra Hindia barat Pulau Sumatra
  • Samudra Hindia selatan Pulau Jawa

Memahami Bibit Siklon dan Siklon Tropis

BMKG menjelaskan perbedaan antara bibit siklon dan siklon tropis. Bibit siklon adalah fase awal pembentukan siklon tropis dengan kecepatan angin berkisar antara 15 hingga 34 knot. Apabila kondisi atmosfer mendukung, bibit ini dapat tumbuh menjadi siklon tropis dengan kecepatan angin mencapai 34 knot atau lebih dan membentuk struktur badai yang lebih terorganisir.

Siklon tropis sendiri merupakan badai besar yang terbentuk di atas perairan hangat dengan suhu minimal 26,5°C. Radiusnya dapat mencapai 150-200 km. Fenomena ini memiliki angin kencang minimal 63 km/jam yang berputar dengan kecepatan luar biasa, menjadikannya salah satu fenomena cuaca terkuat di bumi.

Dampak siklon tropis di laut dapat berupa gelombang tinggi, hujan deras, dan angin kencang yang berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran. Di daratan, angin kencang dapat menyebabkan kerusakan pada kendaraan, bangunan, jembatan, dan objek lainnya. Selain itu, gelombang badai atau storm surge, yaitu peningkatan tinggi permukaan laut akibat siklon tropis, merupakan dampak paling buruk yang dapat mencapai daratan.

Advertisement