Berita

Tiga Jenazah Sekeluarga di Tanjung Priok Akan Dimakamkan Hari Ini di TPU Rorotan

Advertisement

Tiga jenazah satu keluarga yang ditemukan tewas di rumahnya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dijadwalkan akan dimakamkan pada hari ini, Sabtu (3/1/2026), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Jakarta Utara.

Proses Pemakaman

Kakak korban, Husni (56), menjelaskan bahwa jenazah tiba di rumah duka pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00-03.30 WIB. “Insyaallah hari ini di Masjid (Jami Arruhama) terdekat, ketiga-tiganya dibawa setelah itu ke arah rorotan, TPU Rorotan,” ujar Husni saat ditemui di rumah duka di Warakas, Tanjung Priok.

Husni mengungkapkan rasa duka mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarganya.

Hasil Autopsi dan Toksikologi

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru, mengonfirmasi bahwa proses autopsi terhadap ketiga jenazah telah selesai dilakukan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

“Jenazah sudah diautopsi dan sudah diserahkan keluarganya. Untuk hasil, kami masih menunggu hasil toksikologi,” ujar Brigjen Prima saat dihubungi terpisah.

Kronologi Penemuan Jenazah

Jasad ibu dan kedua anaknya tersebut pertama kali ditemukan oleh salah satu anak korban yang pulang kerja pada Jumat (2/1/2026). Ia mendapati ketiga anggota keluarganya tergeletak di dalam rumah dalam kondisi tidak sadarkan diri dan mengeluarkan busa.

Advertisement

“Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa… ya tiduran tapi mengeluarkan busa,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1).

Menemukan kondisi tersebut, anak korban segera meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Dugaan Keracunan

Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Warakas, Zen, menyebutkan bahwa Ketua RT setempat menduga korban meninggal akibat keracunan. Ia juga menambahkan bahwa korban yang selamat mengalami luka melepuh pada kulitnya.

“Pak RT teriak ada keracunan, minta tolong panggil ambulans,” jelas Zen.

Menurut Zen, korban yang meninggal adalah seorang ibu yang berstatus single parent, bersama kedua anaknya, seorang anak perempuan dan anak bungsu.

Advertisement