Beragam peristiwa ekonomi penting terjadi pada hari Senin, 15 Juni 2026. Dari diplomasi besar yang memengaruhi pasar energi hingga kebijakan fiskal dan subsidi bahan bakar, sejumlah perkembangan berpotensi menentukan arah pasar dan anggaran mendatang.
Berikut rangkuman lima berita ekonomi teratas yang perlu diperhatikan.
AS Dan Iran Sepakati Penghentian Operasi Militer
Amerika Serikat dan Iran resmi sepakat untuk mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung hampir empat bulan. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif—sebagai mediator—mengumumkan kedua pihak berkomitmen menghentikan seluruh operasi militer, termasuk di Lebanon.
“Setelah melalui pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan Kesepakatan Damai antara AS dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI,” kata Sharif melalui unggahan di akun X pada Minggu (Senin pagi WIB). Presiden AS Donald Trump juga menyatakan, “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung.”
Harga Minyak Dunia Turun Tajam
Pasar keuangan Asia menunjukkan respons positif terhadap pengumuman kesepakatan antara AS dan Iran. Indeks utama mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan hari Senin.
Lonjakan pasar menekan harga minyak global. Brent turun US$ 3,61 menjadi US$ 83,64 per barel, sedangkan minyak acuan AS turun US$ 4,27 menjadi US$ 80,61 per barel. Sentimen positif pasar dikaitkan dengan pembukaan kembali jalur perdagangan penting, termasuk Selat Hormuz.
Rupiah Menguat Setelah Mereda Ketegangan Eksternal
Nilai tukar rupiah menguat pada penutupan perdagangan Senin, tercatat naik 152 poin atau 0,85% menjadi Rp 17.708 per dolar AS dari sebelumnya Rp 17.860 per dolar AS.
Penguatan ini dipengaruhi oleh meredanya ketegangan geopolitik dan juga respons pasar terhadap kebijakan moneter domestik. Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,50%, menambah total kenaikan sejak Mei sebesar 75 basis poin.
Diskusi Tertutup Soal Efisiensi Program MBG
Badan Gizi Nasional dan Komisi XI DPR membahas pagu indikatif untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2027 dalam rapat tertutup di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Nilai anggaran belum diungkapkan dalam pertemuan tersebut.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honori mengatakan anggaran yang dibahas masih berdasarkan rancangan kepemimpinan BGN sebelumnya. Kepemimpinan baru BGN mengusulkan perubahan kebijakan, termasuk pengurangan jumlah penerima, yang berimplikasi pada besaran anggaran.
“Jadi tadi sudah ada yang disampaikan kepada kita, komitmen dari Badan Gizi Nasional untuk melakukan efisiensi secara besar-besaran, baik dari sisi jumlah anggaran maupun dari sisi jumlah penerima manfaat,” kata Charles Honori.
Usulan Penambahan Kuota Solar Subsidi 2027
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengusulkan peningkatan alokasi volume solar bersubsidi untuk 2027 menjadi antara 18,80 juta hingga 19 juta kiloliter. Usulan ini lebih tinggi dibanding kuota dalam APBN 2026 yang sebesar 18,64 juta kiloliter.
Pengajuan tersebut disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR dalam rangka pembahasan asumsi dasar dan postur energi RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan.
Ikuti Ihram.co.id
