Bogor, Jawa Barat – Upacara laporan kenaikan pangkat anggota Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polri di lingkungan Polres Bogor pada Jumat (2/1/2026) berlangsung dengan nuansa berbeda. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto memimpin langsung prosesi yang tidak hanya merayakan pencapaian karier personel, tetapi juga diwarnai aksi penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di Aceh dan Sumatera.
Dedikasi Lingkungan dan Solidaritas Sosial
Berlokasi di Lapangan Mako Polres Bogor, upacara yang dimulai pagi itu menjadi momen istimewa bagi 131 personel yang mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Rinciannya meliputi 128 anggota Polri dan 3 PNS Polri. Setelah seremoni formal, AKBP Wikha Ardilestanto bersama para pejabat utama (PJU) serta personel yang naik pangkat melanjutkan kegiatan ke area Rusun Baru Polres Bogor untuk melakukan penanaman bibit pohon secara serentak.
AKBP Wikha menjelaskan bahwa aksi tanam pohon ini merupakan instruksi khusus. Tujuannya adalah agar momen kebahagiaan kenaikan pangkat dirayakan dengan cara yang bermakna, bukan sekadar hura-hura, melainkan melalui kepedulian lingkungan dan solidaritas sosial.
“Kegiatan ini merupakan wujud empati terhadap saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam di Aceh dan Sumatera. Sekaligus, penanaman bibit ini sebagai wujud tanggung jawab dalam menjaga amanah personel dalam menjalankan tugas,” ujar AKBP Wikha dalam amanatnya.
Pangkat Sebagai Cerminan Tanggung Jawab
Dalam arahannya, AKBP Wikha menekankan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sekadar hak rutin, melainkan sebuah penghargaan atas kinerja dan moralitas personel. Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi pangkat yang disandang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban.
“Semakin tinggi pangkat di pundak, semakin besar tanggung jawab di punggung. Kenaikan pangkat harus menjadi momentum introspeksi diri, bukan sekadar rutinitas administrasi,” tegasnya. Ia juga mendorong para anggotanya untuk meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif dan memfokuskan diri pada pengabdian kepada masyarakat.
“Pada pangkat yang baru saat ini, tinggalkan semua hal masa lalu yang tidak memberikan dampak positif bagi kehidupan diri sendiri dan keluarga,” tambahnya.
Peran Keluarga dan Kerendahan Hati
AKBP Wikha juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam menjalankan tugas kepolisian yang penuh tantangan di wilayah Bogor. Ia berpesan agar para personel tidak melupakan jasa orang tua, istri, dan anak dalam mendukung kinerja mereka.
“Jangan lupakan jasa orang tua, istri, dan anak kita dalam mendukung kinerja kita saat bertugas,” tutur Wikha mengingatkan.
Upacara yang dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Bogor, jajaran kapolsek, serta personel dari Satsamapta dan Satlantas ini berakhir pada pukul 10.00 WIB dalam situasi yang aman dan kondusif.






