Legenda sepak bola Brasil, Zico, memperingatkan negaranya agar tidak meremehkan kekuatan Timnas Jepang menjelang bentrok pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertemuan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB.
Menurut Zico, Jepang kini berada pada level yang lebih kompetitif karena banyak pemainnya merumput di klub-klub Eropa—sebuah perubahan signifikan dibanding era sebelumnya.
Pengalaman Pribadi dengan Sepak Bola Jepang
Zico, yang saat ini berusia 73 tahun, memiliki hubungan panjang dengan sepak bola Jepang. Setelah karier gemilang bersama Flamengo, ia menutup fase bermain profesional di klub Sumitomo Metals pada 1991–1994.
Ikatan itu berlanjut ke dunia kepelatihan. Zico pernah menangani Kashima Antlers dan dipercaya memimpin Timnas Jepang dari pasca-Piala Dunia 2002 hingga 2006.
“Jepang sekarang berada di level yang jauh lebih kompetitif. Para pemain mereka pergi ke Eropa, seperti halnya pemain Brasil dan Amerika Selatan dahulu,”
Kata-kata itu diucapkan Zico ketika memperingatkan tim Samba menjelang laga penting tersebut.
Kenangan Saat Brasil Vs Jepang
Pada Piala Dunia 2006, Zico berada dalam posisi sulit saat Jepang yang ditanganinya berhadapan dengan Brasil. Pada laga fase grup itu, Jepang kalah 1-4 dari Brasil, pengalaman yang meninggalkan kesan emosional bagi Zico.
“Saya akan tetap menyanyikan lagu kebangsaan Brasil seperti yang diajarkan sejak kecil. Namun, begitu peluit sepak mula berbunyi, seluruh jiwa dan dukungan saya sepenuhnya untuk Jepang,”
Zico mengenang momen tersebut dengan nada emosional.
Rekam Jejak dan Statistik Pertemuan
Berdasarkan catatan statistik, bentrokan di babak 32 besar nanti akan menjadi pertemuan ke-15 antara Jepang dan Brasil sejak pertama bertemu dalam laga persahabatan pada 1989.
Dalam 14 laga sebelumnya, Brasil memang lebih sering unggul. Namun pada Oktober tahun lalu, Jepang mencatat kemenangan perdana atas Brasil melalui skor 3-2.
Transformasi Sepak Bola Jepang
Zico menilai peringatan yang disampaikannya berakar dari pemahaman mendalam terkait perkembangan sepak bola Jepang. Menurutnya, perubahan struktural dan profesionalisme yang dimulai sejak era 1990-an turut mengubah wajah permainan Jepang.
Selama menukangi Timnas Jepang (2002–2006), Zico pernah membawa negara itu menjuarai Piala Asia 2004 dan mengantarkan mereka ke Piala Dunia 2006 dengan gaya bermain yang lebih ofensif.
Perkembangan lanjut tampak dari banyaknya pemain Jepang yang bermain di liga-liga Eropa dan dari hasil kemenangan 3-2 atas Brasil yang terjadi tahun lalu, yang menurut Zico menjadi bukti kematangan permainan Jepang.
Sikap Zico Menjelang Pertandingan
Zico menegaskan bahwa sebagai putra Brasil ia akan mendukung tim Samba. Namun ia juga memberikan penghormatan kepada Jepang bila yang menang adalah tim asuhan Samurai Biru.
“Saya akan mendukung Brasil, bagaimanapun juga saya adalah orang Brasil. Tetapi jika Jepang yang menang, biarlah begitu. Satu hal yang saya tahu pasti, pertandingan ini akan menjadi laga yang hebat karena Jepang memainkan sepak bola yang sesungguhnya,”
Pernyataan tersebut menutup peringatan Zico kepada Brasil menjelang laga krusial di Piala Dunia 2026.
Ikuti Ihram.co.id
