Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi incaran investor asing pada pekan 22–26 Juni 2026. Aksi beli bersih (net buy) asing tercatat berlanjut setelah pekan sebelumnya, 15–19 Juni 2026, juga mencatat net buy.

Dalam catatan perdagangan pekan 22–26 Juni 2026, saham BBCA membukukan net buy asing sebesar Rp 293,5 miliar. Pada pekan sebelumnya, net buy asing terhadap saham BBCA tercatat Rp 844,2 miliar.

Meski diborong asing, harga saham BCA turun sepanjang pekan tersebut, melemah 1,98%. Pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026, saham BBCA ditutup pada level Rp 6.175, naik 2,49% pada hari itu. Sepanjang pekan, pergerakan mayoritas merah dengan hanya dua sesi hijau.

Level Teknis Menurut Kiwoom Sekuritas

Kiwoom Sekuritas mematok resistance pertama pada level 6.100 dan resistance kedua pada 6.275. Sedangkan support pertama berada di 6.000 dan support kedua di 5.825. Stoploss direkomendasikan pada level 5.650.

Analisis BRIDS

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai BBCA sedang mengalami “pullback sehat” setelah gagal menembus resistance 6.397. Menurut BRIDS, koreksi saat ini masih berlangsung di atas area support Fibonacci 5.621–5.806 sehingga struktur recovery tetap terjaga.

— “Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya masih terbuka,” kata BRIDS.

BRIDS mencatat MACD masih berada di area positif dengan histogram yang tetap di atas garis nol, yang menurut mereka menunjukkan momentum bullish belum hilang meski mulai melandai. Harga bergerak di dalam Bollinger Bands tanpa menyentuh lower band, sehingga tekanan jual dianggap relatif terkendali. Pullback saat ini berpotensi menjadi fase konsolidasi sebelum menguji kembali area resistance.

Ringkasan Level Teknikal

  • Support: 5.621–5.806 (area Fibonacci menurut BRIDS)
  • Support tambahan: 6.000 dan 5.825 (Kiwoom)
  • Resistance: 6.140 (BRIDS) dan 6.100–6.275 (Kiwoom)
  • Resistance utama: 6.397
  • Stoploss: 5.650 (Kiwoom)