Berita

Banjir Bandang Sitaro: Kemensos Kirim Bantuan Logistik, 8 Tewas dan Ribuan Mengungsi

Advertisement

Kementerian Sosial (Kemensos) RI bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) telah mengirimkan bantuan logistik untuk para korban banjir bandang yang melanda Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Bencana ini dilaporkan telah merenggut delapan korban jiwa dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.

Delapan Meninggal, Ribuan Mengungsi

Banjir bandang yang terjadi pada Senin (5/1/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WITA, diduga dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kepulauan Siau. Peristiwa ini membawa material batu, kayu, dan lumpur, yang menyebabkan kerusakan pada pemukiman warga dan fasilitas umum.

Akibat banjir tersebut, delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Data sementara menunjukkan 91 Kepala Keluarga (KK) atau 392 jiwa mengungsi di dua titik, yakni Gereja Betabara Paseng (37 KK/105 jiwa) dan Meseum Ulu (54 KK/287 jiwa).

Empat kecamatan di Sitaro terdampak parah, meliputi Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.

Bantuan Logistik Segera Disalurkan

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemda, untuk menyalurkan bantuan. “Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Pemda untuk menyalurkan bantuan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Senin (5/1/2026).

Advertisement

Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi 100 lembar kasur, 200 lembar selimut, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 100 paket kidsware, 400 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk siap saji, dan 500 kilogram beras.

“Barang-barang tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada 5 Januari 2026 malam,” ungkap Gus Ipul.

Status Tanggap Darurat

Menyikapi kondisi darurat ini, Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 1 Tahun 2026 mengenai penetapan status tanggap darurat bencana banjir bandang. Status ini berlaku mulai tanggal 5 hingga 18 Januari 2026.

Saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Utara bersama tim Tagana sedang dalam perjalanan menuju Kepulauan Siau menggunakan kapal laut. Mereka membawa logistik tambahan dan persiapan untuk mendirikan dapur umum. Pemenuhan kebutuhan mendesak di lokasi terdampak akan dilakukan melalui pembelanjaan langsung, mengingat akses ke lokasi hanya bisa dilalui perahu dengan daya angkut terbatas.

Advertisement