Khutbah Idul Adha 2020 tentang Hikmah Qurban

Kamis , 30 Jul 2020, 11:14 WIB Redaktur : Muhammad Hafil
Khutbah Idul Adha 2020 tentang Hikmah Qurban. Foto: Shalat Idul Adha (ilustrasi)
Khutbah Idul Adha 2020 tentang Hikmah Qurban. Foto: Shalat Idul Adha (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 akan dilangsungkan pada 31 Juli 2020. Anggota Lembaga Dakwah NU (LDNU) KH A Muzaini Aziz, Lc, MA merilis naskah khutbah Idul Adha 2020. Berikut ini naskah khutbahnya:

 

Terkait

Baca Juga

الله أكبر (9 مرات) و لله الحمد.

 الحمد لله الذي شرع لعباده التقرب اليه بذبح القربان, وقرن النحر بالصلاة في محكم القرآن. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ذو الفضل والإمتنان, وأشهد أن سيدنا محمدا عبده و رسوله أفضل من قام بشرائع الإسلام و حقق الإيمان. صلى اللهعلىسيدنا محمد و سلم عليه و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان.

فيأيها الناس, أوصيكم وإيّاي نفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون.

قال الله تعالى فى مُحكم تنزيله:ياأيها الذين آمنوا اتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تُفلحون.

أما بعد...

Zumratalmuwahhidînrahimakumullâh.

Hari ini kita merayakan IdulAdha, Hari Raya Kurban 1441 H. Syari’at kurban telah dimulai pada generasi pertama umat manusia, anak Adam as.. Allah berfirman dalam Surah Al-Mâ`idahayat 27: 

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua anak Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima (kurban itu oleh Allah) dari salah seorang dari keduanya (kurban milik Habil) dan tidak diterima (kurban) dari yang lain (milik Qabil). Ia (Qabil berkata: Aku pasti akan membunuhmu. Berkatalah (Habil): Sesungguhnya Allah (hanya) menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.

Syari’at kurban ini kemudian dilestarikan di dalam syari’at Nabi Ibrahim as, sebagaimana dapat kita lihat pada Surah as-Shâffâtayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى. قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Maka tatkala anak itu (Ismail) telah sampai (pada  usiasanggup) berusaha bersama-sama (Ibrahim), (Ibrahim) berkata: Wahai puteraku, sesungguhnya aku melihat dalammimpi bahwa akumenyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?. (Ismail) menjawab: Wahai ayahku, laksanakanlah apa yang diperintahkan (oleh Allah) kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang bersabar.

Ayat di atas mengajarkan kepada kita bahwa berkurban merupakan ujian Allah atas kesabaran kita. Apakah kita bersabar ketika Allah menuntut kita untuk mengorbankan sebagian harta yang kita cintai, sebagaimana Ibrahim dapat bersabar saat Allah menuntutnya mengorbankan harta kecintaannya, yaitu puteranya sendiri. Beruntunglah kita yang hanya diperintahkan untuk berqurban dengan hewan, dan bukan dengan menyembelih  darah daging sendiri. Malulah kita terhadap Ibrahim yang rela menyembelih puteranya, jika kita mampu namun enggan untukmenyembelih sekadar seekor hewan qurban yang tiada berharga sedikitpun dibanding nyawa Ismail.

Dan lihatlah!...Allah tidak akan pernah mensia-siakan kesabaran, ketaatan dan pengorbanan hamba-hambanya. Allah SWT pun berfirman Surah as-Shâffâtayat 107-111:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ. سَلَامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ. كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ. إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: Dan kami tebus anakitu (Ismail) dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim pujian yang baik di kalangan kaum-kaum sesudahnya. Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Betapamulia, Allah SWT sendiri yang menyematkan predikat-predikat  keagungan dan kemuliaan kepada Ibrahim dan Ismail ‘alayhimassalâm: as-Shâbirîn (hamba yang senantiasa bersabar), al-Muhsinîn (hamba yang senantiasa berbuat baik) danal-Mu`minîn (hamba yang senantiasa kokoh danteguh  dalam keimanannya).

Sidang IdulAdha   yang dirahmati Allah SWT.

Dalam  syariatNabi kita Muhammad Saw., tradisi kurban para nabi di atas kemudian dilestarikan melaluifirman Allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرِبِّكَ وَ انْحَرْ

Artinya: Maka shalat (IedulAdha)-lah kamu kemudian berkurbanlah.

Perintah Allah tersebutkemudiandipertegasolehsabdaRasulullah Saw:

عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: من وجد سعة و لم يضحّ فلا يقربنّ مصلانا (رواه ابن ماجه و أحمد)

Artinnya: Dari AbiHurayrahra, Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang mampu namun tidakberkurban, maka jangan sekali-kali ia mendekati tempat shalat (Iedul Adha) kami (HR. IbnuMajahdan Ahmad).

Dari hadits di atas, madzhab Hanafi berpendapat bahwa berkurban wajib hukumnya bagi yang mampu. Adapun madzhab Maliki, Syafi’i dan Hanbalimenyatakan bahwa berkurban adalah sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat ditekankan).

Ma’âsyiralmu’minînrahimakumullâh.

Tentang syariat qurban, beberapa hal perlu kita garis bawahi dan perhatikan, antara lain:

Pertama, sebagaimana semua amal ibadah lainnya, ibadah qurban ada yang diterima oleh Allah SWT, adajuga yang tidak diterima. Sebagaimana telah dikisahkan di dalam Surah Al-Mai`idahayat 27 di awal khutbah ini, bahwa Allah menerima qurban dari Habil dan tidak menerima kurban dariQabil. Ayat di atas diakhiri dengan firman Allah:

إنما يتقبلُ الله من المتقين

Artinya: Sesunggunya Allah hanyamenerima (kurbannya) orang-orang yang bertaqwa.

Prinsip taqwa dalam berkurban inikembali dipertegas di dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُم...

Artinya: Daging hewan kurban  dandarahnya itusekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kalian…

Qurbannya orang bertaqwa antara lain dan yang terpenting adalah ditandai dengan landasan niat untuk mentaati perintah Allah semata, bukan untuk menaikkan gengsi atau status sosial da nniat-niat duniawi lainnya. Maka ketikakita berqurban, pastikan bahwa hanya keikhlasan yang ada di hati kita, hanya demi menggapai ridha Allah SWT. Taqwa di sini juga berarti bahwa hewan qurban tersebut berasal dariharta yang halal. Karena, ibadah apapun yang dibiayai dari harta yang haram pasti tertolak, sebagaimana sabdaRasulullah Saw.:

لا يقبل الله عز و جل صدقة من غلول و لا صلاة بغير طهور (رواه ابو داود)

Artinya: Allah AzzawaJalla tidak menerima shadaqah dariharta yang haram dan (tidak menerima) sholat tanpa bersuci (HR. Abu Daud)

JugasabdaRasulallah Saw.:

أيها الناس! إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا...

Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Suci dan tidak menerima kecuali yang suci… (HR. Muslim)

Kedua, tentang distribusi dagingkurban, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 28:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِير

Artinya: (Tujuan ibadah haji dan kurban itua dalah) agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, atas rizki yang telah Allah berikan kepada mereka, yaitu berupa binatang ternak, maka makanlah sebagian darinya dan berikanla hsebagian lainnya untuk dimakan oleh orang-orang yang papa lagi fakir.

Dari ayat di atas dapat kita ambil sebuah tuntunan bahwa orang-orang yang berqurban atau panitia qurban harus memastikan bahwa qurban tersebut didistribusikan secara baik dengan prioritas pembagian hasil qurban untuk para fakir miskin, di samping si empu qurban juga memiliki hak untuk menikmati sebagian daging qurbannya.

Ini adalah bentuk solidaritas sosial, agar pada Idul Adha kali ini, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang memprihatinkan ini, kita semua, tanpa terkecuali, betul-betul dapat merayakannya dengan riang gembira dan penuh suka cita.

Jangan sampai pada Idul Adha nantia daperut-perut lapar yang berangan-angan tentang nikmatnya daging qurban, sementara perut kita kekenyangan setelah menyantap hidangan lezat hasil qurban.

Hal ketiga yang kiranya perlu kitaketahui adalah tentang wasiat Rasulullah Saw:

عن ابى هريرة رضي الله عنه قال, قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: من باع جلد أضحيته فلا أضحية له (رواه الحاكم و البيهقي)

Artinya: Diriwayatkan oleh AbiHurayrah ra, bahwaRasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang menjual kulit hewan qurbannya maka sesunggungnya dia tidak berqurban (HR. Al-Hakim dan Al-Bayhaqiy).

Wejangan Rasulullah di atas adalah sebuah tuntunan agar dalam berqurban kita harus total, optimal dan sempurna, tidak setengah-setengah. Dengan demikian, ganjaran baik yang kita peroleh dari Allah pun menjadi sempurna pula. Maka, tidak sah qurban seseorang yang kulit qurbannya dijadikan upah untuk si tukang sembelih atau tukang jagal qurbannya.

Ikhwânîfillâha’âdzaniyallâhuwaiyyâkumajma’în.

Akhirnya, khatib berharap, semoga khutbah ini dapat membangkitkan kesadaran dan keinginan kita untukberlomba-lomba mempersembahkan qurban terbaik.

Semoga di Idul Adha ini semakin banyak saudara kita yang tersenyum bahagia karena menikmati hidangan daging qurban yang kita sembelih, hanya untuk menggapai ridha Allah SWT. Amin yâRabbal ’âlamîn.

بارك الله لى و لكم فى القرآن الكريم. و نفعنى و إيّاكم بما فيه من الآيات و الذّكر الحكيم. و تقبّل منّى و منكم تلاوته, إنّه هو السّميع العليم. أقول قولى هذا فأستغفر الله لي و لكم و لسائر المؤمنين من كل ذنب, فاستغفروه.... إنّه هو الغفور الرّحيم.

الله أكبر (7 مرات)و لله الحمد.

اللهُ أكبر ما حنّ لبيت الله مؤمنٌ مشتاقٌ, الله أكبر ما أتى الحجّاج لأداء الحجِ من الآفاق, اللهُ أكبر ما تعارفَ الواقفون بعرفةَ باتِحادٍ و وفاقٍ.

أشهد ان لا إله إلا الله الملك العلاّم, و أشهد أنسيدنا محمدا عبده و رسوله سيد الأنام.

أللهم صل و سلم على سيدنا محمد و على آله و أصحابه صلاةً و سلاما دائمين متلازمين على ممرّ الدّهور و اْلأيّام.

أيها النَاس, إتقوا الله حقّ تقواه, و راقبوه مراقبة من يعلم أنه يراه.

فقال الله تعالى: يا أَيها الذين آمنوا اتّقوا الله حقّ تُقاته و لا تموتنّ إلا و أنتم مسلمون.

أللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد, و على آل سيدنا محمد, كما صليت و سلّمت و باركت على سيدنا إبراهيم, و على آل سيدنا إبراهيم, فى العالمين إنك حميد مجيد.

أللهم اغفر للمسلمين و المسلمات, و المؤمنين و المؤمنات, ألأحياءِ منهم و الأموات, إنك سميع قريب مجيب الدعوات, يا قاضي الحاجات.

رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً, وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

رَبَّناَ تَقَبَّلْ مِناَّ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ, وَ تُبْ عَلَيْناَ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً, وَ فِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عباد الله, إن الله يأمر بالعدل و الإحسان, و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفخشاء و المنكر و البغي, يعظكم لعلكم تذكرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم, و اشكروه على نعمه يزدْكم, و اسئلوه من فضله يعطِكم, و لذكر الله أكبر, والله يعلم ما تصنعون.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini