10 Jumadil Akhir 1442

Perusahaan Abu Dhabi Renovasi Semua Hotelnya di Mesir

Selasa , 13 Oct 2020, 13:39 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Muhammad Hafil
Perusahaan Abu Dhabi Renovasi Semua Hotelnya di Mesir. Foto: Sepasang suami istri berjalan di Jembatan Kasr El Nile dekat hotel yang terang memperlihatkan hati untuk wabah corona di Kairo, Mesir, Senin (23/3).
Perusahaan Abu Dhabi Renovasi Semua Hotelnya di Mesir. Foto: Sepasang suami istri berjalan di Jembatan Kasr El Nile dekat hotel yang terang memperlihatkan hati untuk wabah corona di Kairo, Mesir, Senin (23/3).

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Perusahaan Investasi Pariwisata Abu Dhabi (ADTIC) akan melakukan renovasi besar-besaran pada hotel-hotelnya di Mesir. Renovasi dilakukan sepanjang tahun depan. Fase utama proyek akan selesai pada paruh kedua tahun depan.

Portofolio entitas Mesir mencakup tiga hotel dalam kategori bintang empat dan lima, yang terletak di Kairo, Hurghada, dan Sharm El Sheikh. Ia juga memiliki 99,28 persen saham di Arab Misr Hotels yang memiliki resor bintang lima di kota 'museum terbuka' Luxor.

"Lokasi hotel yang strategis, dikombinasikan dengan popularitas dan potensinya untuk menghasilkan pendapatan yang signifikan, membuat investasi menjadi bermakna," kata Haitham Farouk, CEO ADTIC.

"Kami mengharapkan banyak perubahan dan kami sedang mempersiapkannya," kata Haitham dilansir dari Gulfnews, Selasa (13/10).

Baca Juga

"Masa paceklik adalah peluang emas untuk merencanakan langkah berikutnya dan fokus pada pembukaan kembali. Orang hampir tidak mendapatkan cakupan seperti itu di waktu normal. Kami berharap dapat membuka kembali dengan tampilan baru dan memulihkan hunian," katanya.

Industri pariwisata dan perhotelan di Mesir mencatat tingkat pertumbuhan tahunan 18 persen tahun lalu, menghasilkan 13 miliar dolar.

"Inisiatif ini bertujuan untuk memungkinkan Mesir mengubah tantangan saat ini yang dibawa oleh pandemi menjadi peluang untuk bersiap di masa depan," kata Mohammed Saif Al Suwaidi, Direktur Jenderal Dana Pembangunan Abu Dhabi (ADFD), yang memiliki 84,3 persen saham di ADTIC.

"Sektor pariwisata Mesir akan meningkat begitu maskapai penerbangan internasional melanjutkan layanan normal,” jelasnya.

ADFD berinvestasi di perusahaan dan proyek di sektor penting. Dana tersebut memiliki banyak eksposur di sektor pariwisata, termasuk di Tunisia, Uzbekistan dan Sudan.

 

widget->kurs();?>