16 Rabiul Akhir 1442

Tersinggung Macron, Kuwait Boikot Habis Produk Prancis

Rabu , 28 Oct 2020, 09:48 WIB Reporter :Meiliza Laveda/Esthi Maharani/ Redaktur : Elba Damhuri
Seruan boikot produk Prancis
Seruan boikot produk Prancis

IHRAM.CO.ID, KUWAIT -- Aksi boikot terhadap produk-produk Prancis terus menggema di sejumlah negara. Kuwait menjadi salah satu negara yang ikut memboikot. Toko ritel Kuwait telah menarik produk Prancis. Aksi pemboikotan ini setelah penggunaan kartun Nabi Muhammad di kelas sekolah Prancis sebagai kebebasan berekspresi. Kemudian guru tersebut dipenggal.

Serikat dari Masyarakat Koperasi Konsumen yang mengelompokkan lebih dari 70 perusahaan, telah mengeluarkan arahan boikot dalam surat edaran 23 Oktober. Beberapa koperasi yang dikunjungi oleh Reuters pada Ahad telah membersihkan rak barang. Seperti produk rambut dan kecantikan yang dibuat oleh perusahaan Prancis.

"Semua produk Prancis telah dihapus dari semua Masyarakat Koperasi Konsumen," kata Ketua Serikat Buruh, Fahd Al-Kishti kepada Reuters, dilansir English Alarabiya, Senin (26/10).

Dia menambahkan langkah tersebut sebagai tanggapan atas penghinaan berulang kali terhadap Nabi Muhammad dan telah diambil secara independen dari pemerintah Kuwait.

Muslim memandang penggambaran Nabi Muhammad SAW sebagai hujatan. Organisasi Kerja Sama Islam pada Jumat mengecam pembunuhan brutal yang telah mengguncang Prancis. Namun, juga mengkritik pembenaran untuk pelecehan berbasis penistaan ​​terhadap agama apa pun atas nama kebebasan berekspresi.

Menteri luar negeri Kuwait bertemu dengan duta besar Prancis pada Ahad. Dia mengutuk pembunuhan 16 Oktober itu sebagai kejahatan yang menghebohkan. Tetapi dalam unggahan tweetnya, dia menekankan perlunya menghindari penghinaan terhadap agama dalam pernyataan resmi dan politik yang mengobarkan kebencian dan permusuhan dan rasisme.

Menurut perhitungan Reuters, berdasarkan data dari biro Pusat Statistik Kuwait, impor Kuwait dari Prancis mencapai 255 juta dinar atau 834,70 juta dolar Amerika dan 83,6 juta dinar pada paruh pertama 2020.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif REPUBLIKA.CO.ID di Tautan Ini

BACA JUGA: Tanggapi Erdogan, Dewan Muslim Prancis: Islam Dilindungi di Prancis

 

widget->kurs();?>