20 Rabiul Akhir 1442

Masjid yang Pernah Menjadi Miqat Nabi Muhammad

Kamis , 29 Oct 2020, 06:54 WIB Reporter :Ani Nursalikah/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Dua Masjid yang Pernah Menjadi Miqat Nabi Muhammad. Foto: Masjid AIsyah di Tan'im
Dua Masjid yang Pernah Menjadi Miqat Nabi Muhammad. Foto: Masjid AIsyah di Tan'im

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Ada dua masjid yang menjadi jejak Nabi Muhammad dalam melaksanakan haji dan umroh. Dan, dua masjid itu menjadi tempat miqat. Dua masjid itu adalah:

Masjid Tan'im

Masjid ini adalah tempat miqat makani (tempat berihram) penduduk Makkah yang akan melakukan umrah. Tidak sedikit jamaah haji yang melakukan ihram dari masjid ini bila mereka melakukan umrah.

Masjid Tan'im juga dikenal dengan nama Masjid 'Aisyah, karena Nabi Muhammad saw pernah menyuruh Abdurrahman, saudara laki-laki 'Aisyah, menemani 'Aisyah melakukan umrah dari Tan'im. Beliau mengatakan sebagai umrah yang maqbulah (diterima).

Baca Juga

Dalam sebuah hadits Abdurrahman meriwayatkan: "Aku disuruh Rasulullah SAW menemani 'Aisyah untuk melakukan umrah dari Tan'im. Jamaah yang datang ke Makkah dari Madinah atau sebaliknya akan lewat di depan Masjid Tan'im ini.

photo

Masjid Jiranah, yang menjadi salah satu miqat untuk umrah di sekitar Kota Makkah. - (Muhammad Hafil / Republika)

Masjid Ji'ranah

Nama masjid ini diambil dari gelar seorang wanita Quraisy yang bernama Raithah. Sebelum dibangun masjid, tempat ini terkenal sebagai salah satu tempat berihram Nabi Muhammad SAW ketika melakukan umrah ketiga.

Rasul pernah melakukan umrah sebanyak empat kali. Pertama umrah Hudaibiyah, kedua umrah Qadha, ketiga umrah Ji'ranah, dan keempat umrah yang dilakukannya sekaligus bersama haji wada' (haji perpisahan).

Umrah Ji'ranah ini dilakukan menjelang malam. Rasul sampai di Makkah pada malam hari dan langsung menyelesaikan umrahnya.

Kemudian pada malam yang sama, Rasul kembali ke Ji'ranah dan menginap di sana. Esoknya, setelah tergelincir matahari, Rasul meninggalkan Ji'ranah menuju Madinah melalui Bathan Saraf, suatu tempat yang terletak antara Tan'im dan Wadi Fathimah. Menurut sebagian ulama, inilah penyebab umrah Nabi SAW dari Ji'ranah ini kurang terkenal di kalangan sebagian umat Islam.

Untuk mengabadikan tempat bersejarah itu, seorang saudagar Quraisy membeli tanah itu dan membangun masjid yang diberi nama dengan Masjid Ji'ranah. Hingga kini masjid ini tidak pernah sepi dari peziarah dari berbagai pelosok dunia.

photo

Masjid Bir Ali tampak dari kejauhan, Jumat (12/7), Madinah. Tempat ini merupakan awal miqat jamaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah. Jamaah haji Indonesia akan memulai ihram dan niat miqat dari Masjid Bir Ali. - (Republika/Syahruddin El-Fikri)

Masjid Bir Ali

Masjid Dzulhulaifah atau Bir Ali merupakan tempat miqat bagi penduduk Madinah atau jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji atau umrah dan melewati Kota Madinah. Rasulullah SAW melakukan miqat dari Bir Ali. Jamaah haji asal Indonesia gelombang pertama akan melakukan miqat di Bir Ali.

Masjid ini dibangun pada masa Umar bin Abdul Aziz memerintah Madinah (87-93 H) kemudian direnovasi pada masa Abbasiyah dan direnovasi lagi pada Utsmaniyah pada masa pemerintahan Sultan Mehmed IV (1058-1099 H). Pada waktu itu masjid masih berbentuk sangat kecil dan terbuat dari batu, dan belum ada jemaah haji dan umrah yang singgah di masjid ini. Kemudian Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintahkan untuk merenovasi dan membangun perluasan masjid.

 

widget->kurs();?>