10 Ramadhan 1442

Tokyo Kembali Batasi Publik, Bar dan Restoran Tutup Awal

Rabu , 25 Nov 2020, 18:11 WIB Reporter :Fergi Nadira/ Redaktur : Nur Aini
 Para penumpang yang memakai masker wajah untuk melindungi dari penyebaran virus corona berjalan di sebuah jalan di Tokyo, Selasa, 17 November 2020. Jepang telah mencatat rekor kasus baru hariannya melebihi 2.100 kasus virus corona, kata kementerian kesehatan, Kamis, 19 November 2020 ketika Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyerukan kewaspadaan maksimum tetapi tanpa meminta pembatasan perjalanan atau aktivitas bisnis.
Para penumpang yang memakai masker wajah untuk melindungi dari penyebaran virus corona berjalan di sebuah jalan di Tokyo, Selasa, 17 November 2020. Jepang telah mencatat rekor kasus baru hariannya melebihi 2.100 kasus virus corona, kata kementerian kesehatan, Kamis, 19 November 2020 ketika Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyerukan kewaspadaan maksimum tetapi tanpa meminta pembatasan perjalanan atau aktivitas bisnis.

IHRAM.CO.ID, TOKYO -- Tokyo mendesak bar dan restoran untuk mengoperasikan jam kerja yang dipersingkat, Rabu (25/11). Hal itu merujuk pada pembatasan terbaru yang akan diterapkan Jepang menyusul kenaikan tajam infeksi Covid-19.

Ibu kota Jepang mencatat infeksi harian baru yang melonjak melewati angka 500 selama beberapa hari. Jumlah kasus yang terbilang serius juga mencapai 51 pada Selasa, yang terbesar sejak keadaan darurat dicabut pada Mei.

Dilansir laman Strait Times, Media TBS melaporkan, kota berpenduduk 14 juta orang itu akan meminta restoran dan bar untuk tutup pada pukul 22.00 dari Sabtu mendatang hingga 18 Desember. Komite pemerintah Tokyo akan bertemu untuk membahas langkah-langkah virus corona pada Rabu.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike juga akan mengadakan konferensi pers setelah itu. Secara terpisah, panel ahli yang menasihati pemerintah nasional juga akan bertemu Rabu malam. Pada Selasa (24/11), Jepang menghentikan sementara kampanye promosi "Go To Travel" di kota Sapporo dan Osaka. Program itu menawarkan diskon tarif dan hotel.

Baca Juga

Program juga bagian dari upaya Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk membantu menopang ekonomi regional. Namun dikritik karena berpotensi menyebarkan virus dari kota-kota besar ke pedesaan.

Pemerintah Tokyo juga akan mempertimbangkan untuk menghentikan kampanye terpisah yang menawarkan subsidi untuk perjalanan di ibu kota.

 

widget->kurs();?>