15 Rajab 1442

25 Adab Perjalanan Haji Menurut Syekh Muhammad Zakariyya

Jumat , 22 Jan 2021, 02:25 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Ani Nursalikah
25 Adab Perjalanan Haji Menurut Syekh Muhammad Zakariyya. Ibadah haji di Makkah (ilustrasi)
Foto : iqna.ir
25 Adab Perjalanan Haji Menurut Syekh Muhammad Zakariyya. Ibadah haji di Makkah (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Dalam Islam setiap ibadah ada doa dan adabnya yang mesti dikerjakan bersamaan dengan ibadah fardhu. Ibadah fardhu dalam Islam seperti di antaranya sholat puasa zakat dan haji.

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitabnya Fadilah Haji menuliskan 25 adab haji yang bisa dijalankan oleh jamaah selama menjalankan ibadah.

1. Bersegera Tunaikan Haji

Aapabila Allah SWT telah memberi taufiq kepada seseorang untuk menunaikan ibadah haji fardu atau fasilitas dan keperluan untuk menunaikan haji sunnah telah tersedia hendaknya bersegera menyempurnakan niat itu. Khususnya haji fardhu, jangan sampai diakhirkan karena suatu udzur kecil.

Baca Juga

"Karena syaitan pada saat itu memasukkan khayalan-khayalan yang sia-sia ke dalam hati dan mengingatkan keperluan yang tidak dibutuhkan pada waktu itu ia juga memasukkan berbagai macam was-was di dalam hati," katanya.

2. Shalat Istikharah

Sholatlah istikharah ketika hendak melakukan perjalanan haji. Bukan istikharah untuk hajinya, karena haji adalah amal baik sedangkan amal baik tidak perlu di istikharah. Akan tetapi karena perjalanan ini sangat penting sedangkan jalan pun penuh risiko hendaknya melakukan istikharah untuk menentukan kapan berangkatnya, lewat jalan mana, naik pesawat apa, dan sebagainya. 

Jabir ra berkata Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami istikharah dengan penuh perhatian sebagaimana perhatiannya dalam mengerjakan ayat Alquran kepada kami supaya kami hafal. Beliau bersabda, "Bila menghadapi masalah penting maka shalatlah dua rakaat kemudian bacalah doa istikharah."

3. Mengetahui Masalah Haji

Ibnu Amirilhaj menulis yang paling penting diketahui adalah masalah-masalah yang sering muncul sebelum berangkat haji, setelah berangkat haji, dan ketika menunaikan haji. Sesungguhnya belajar ilmu itu diwajibkan oleh Rasulullah SAW atas setiap orang. Oleh karena itu penting sekali mengetahui fardhu haji, sunah-sunahnya perkara-perkara yang diharamkan ketika haji dan yang dimakruhkan.

Masalah haji dapat diketahui melalui membaca beberapa kitab. Syekh Maulana merekomendasikan tiga kitab yang mesti dibaca oleh jamaah haji, yakni Zubdatul Manasik yang disusun oleh Maulana Rasyid Ahmad Ganggohi, Ziyaratul Haramain susunan Maulana Asyiq Ilahi, dan Mualimul Hujjaj karya Maulana Said Ahmad, mufti madrasah Madzirul Ulum.

"Dan kalau ada kitab lain yang disusun oleh ulama tepercaya dan mudah diperoleh hendaknya juga dibaca," katanya.