Rabu 21 Jul 2021 05:42 WIB

Hampir Setengah Kelurahan di Jakarta tak Patuh Jaga Jarak

DKI menjadi provinsi dengan kelurahan paling banyak yang tidak patuh menjaga jarak.

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Ratna Puspita
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
Foto: BNPB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, masyarakat di hampir separuh kelurahan di DKI Jakarta terpantau tak patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan menjaga jarak. DKI menjadi provinsi dengan kelurahan paling banyak yang tidak patuh menjaga jarak.

“Untuk desa kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kelurahan yang paling banyak, yaitu 48,26 persen atau hampir setengah kelurahan di DKI Jakarta masyarakatnya tidak patuh dalam menjaga jarak,” kata Wiku dalam konferensi pers, Selasa (20/7).

Baca Juga

Sedangkan untuk desa atau kelurahan yang tidak patuh dalam memakai masker paling banyak terdapat di Banten yang mencapai sebesar 28,57 persen. Jika dilihat pada monitoring kepatuhan protokol kesehatan selama satu minggu terakhir, terdapat 26 persen desa atau kelurahan di Indonesia yang kepatuhan masyarakatnya rendah dalam memakai masker; dan 28 persen dalam menjaga jarak.

“Restoran, pemukiman warga, serta tempat olahraga publik menjadi lokasi kerumunan yang kepatuhan masyarakatnya terendah,” tambah dia.

Karena itu, ia menekankan, pengawasan dan tindakan tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan menjadi hal penting yang perlu direncanakan sebelum dilakukannya relaksasi pengetatan mobilitas masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement