Mengungkap Hubungan Politik dan Tokoh Agama di Masa Mughal

Selasa , 03 Aug 2021, 03:50 WIB Reporter :Inas Widyanuratikah/ Redaktur : Agung Sasongko
Seorang jamaah manula melakukan shalat sunnah di masjid peninggalan era Mughal, New Delhi, India,sebelum shalat Jumat berjamaah digelar
Seorang jamaah manula melakukan shalat sunnah di masjid peninggalan era Mughal, New Delhi, India,sebelum shalat Jumat berjamaah digelar

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Politik dan agama telah menjadi hal yang saling berkaitan di India. Di dalam bukunya berjudul The Mughals and The Sufis, Profesor University of Chicago Muzaffar Alam menunjukkan bagaimana para penguasa berinteraksi dengan tokoh dan institusi agama sejak Periode Kesultanan Mughal.

 

Terkait

Seperti kekaisaran di banyak tempat dan waktu, Mughal India melibatkan hubungan yang kompleks antara elit politik dan tokoh agama. Mereka saling bersimpati, namun juga memiliki perbedaan. Dilansir di Scroll, Senin (2/8) Alam mencoba menunjukkan lintasan perbedaan sejarah, politik, serta upaya masing-masing pihak untuk saling menyesuaikan.

Baca Juga

Di antara elit politik dan agama, ada beragam suara dan posisi. Jika satu kelompok pemuka agama mengajukan permohonan untuk menerapkan syariah Islam, ada juga dorongan tandingan untuk mempertahankan tradisi lokal.

Selama tiga abad kekuasaannya atas India, Dinasti Mughal menghadapi serangkaian tantangan dan berhasil mengatasi beberapa di antaranya. Misalnya perlawanan bersenjata dari beberapa kelompok etnis, seperti Rajput, Afghanistan, dan Maratha.