Squid Game Ala Korea Hadir Secara Riil di Abu Dhabi

Sabtu , 16 Oct 2021, 01:55 WIB Reporter :Umi Nur Fadhilah/ Redaktur : Nashih Nashrullah
Pusat Kebudayaan Korea perkenalkan Squid Game secara riil. Squid Game
Pusat Kebudayaan Korea perkenalkan Squid Game secara riil. Squid Game

IHRAM.CO.ID, ABU DHABI — Pusat Kebudayaan Korea (KCC) Abu Dhabi menghidupkan keseruan permainan di K-drama Netflix “Squid Game”. KCC Abu Dhabi menghadirkan serangkaian permainan yang terinspirasi pertunjukan hit itu. 

 

Terkait

Manajer humas KCC Abu Dhabi, Ewha Kim, mengatakan acara ini dimaksudkan untuk mengenalkan warna negara pada permainan asal Korea, yang biasa dimainkan saat masih anak-anak. 

Baca Juga

Acara ini merupakan bagian dari rencana untuk mengenalkan budaya Korea kepada masyarakat, khususnya di Abu Dhabi.

Menurut Direktur KCC, Nam Chan-woo, ketertarikan pada budaya Korea telah tumbuh setelah perilisan seri Netflix. “Sebelum ‘Squid Game’ beberapa penggemar Korea tertarik dengan kegiatan Pusat Kebudayaan Korea, tetapi setelah itu (’Squid Game’), minat yang besar mengalir ke acara kami,” kata Nam dilansir Al Arabiya, Jumat (15/10).

Ewha Kim menjelaskan bahwa KCC Abu Dhabi hanya memilih 30 dari 700 calon peserta yang mendaftar untuk bersaing di acara itu. Para kontestan dipilih secara acak oleh tim.

Salah satu peserta dan penggemar budaya Korea, Youcef Trichine (23 tahun) mengatakan sangat antusias mengikuti acara tersebut. “Sungguh indah bagaimana acara ini bisa mendapatkan popularitas seperti itu dalam waktu singkat sejak dirilis, dan mayoritas orang ingin belajar bahasa Korea, mereka ingin mengunjungi Korea atau bermain 'Squid Game' itu sendiri,” ujar Trichine.

Acara ini mencakup sekitar lima permainan dari seri populer itu, termasuk "Lampu Merah, Lampu Hijau", versi lebih sederhana dari jembatan kaca, tantangan sarang lebah, tantangan kelereng, dan Ddakji permainan membalik kartu. 

Serial “Squid Game” secara resmi merupakan acara TV paling populer dalam debut awalnya yang pernah dirilis Netflix.

Sebanyak 456 kontestan dengan permasalahan ekonomi mengikuti “permainan” anak-anak. Para kontestan bersaing untuk mendapatkan hadiah uang tunai besar, dengan konsekuensi perjuangan seolah-olah hidup dan mati. 

 

Sumber: alarabiya  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini