AS Desak Korut Akhiri Aksi Provokasi

Ahad , 24 Oct 2021, 22:17 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Korea Utara (Korut) pada Rabu (10/10) mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau submarine-launched ballistic missile (SLBM).
Korea Utara (Korut) pada Rabu (10/10) mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam atau submarine-launched ballistic missile (SLBM).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Pengujian rudal balistik yang baru-baru ini dilakukan oleh Korea Utara merupakan langkah yang mengkhawatirkan dan kontraproduktif. Hal itu diungkap utusan Amerika Serikat (AS) untuk Korea Selatan, Sung Kim. 

 

Terkait

"Tujuan kami tetap untuk merampungkan denuklirisasi di Semenanjung Korea," kata Kim.

Baca Juga

"Oleh karena itu, pengujian misil balistik Pyongyang baru-baru ini, satu dari beberapa dalam enam pekan terakhir, ini mengkhawatirkan dan kontraproduktif terhadap kemajuan menuju perdamaian yang berkelanjutan di Semenanjung Korea."

Sejauh ini, Pyongyang telah menolak tawaran AS serta menuduh Washington dan Seoul membicarakan diplomasi dan meningkatkan ketegangan pada saat yang bersamaan dengan kegiatan militer mereka sendiri.Pada Kamis (21/10), Korea Utara mengatakan Amerika Serikat bereaksi berlebihan terhadap uji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam yang disebut Korut sebagai pertahanan diri.

Korut juga mempertanyakan ketulusan Washingtondalam menawarkan melakukan pembicaraan.Peluncuran itu melanggar sejumlah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan menjadi ancaman bagi para tetangga Korea Utara dan komunitas internasional, kata Kim.

"Kami menyerukan kepada DPRK untuk menghentikan provokasi-provokasi ini, dan aktivitas yang mengganggu stabilitas lainnya, dan berpartisipasi dalam dialog," katanya.