Selasa 22 Mar 2022 14:14 WIB

Saudi Luncurkan Kartu ID Bantu Pengunjung di Dua Masjid Suci

Saudi meluncurkan kartu identitas untuk memfasilitasi akses ke beberapa layanan,

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
 Otoritas Saudi mencopot stiker di tanah yang menunjukkan posisi jarak sosial, di Masjidil Haram Makkah , Arab Saudi, pada 6 Maret 2022. Jarak sosial ditetapkan pada 2020 dan bagian dari tindakan COVID-19.
Foto: Balkis Press/ABACAPRESS.COM
Otoritas Saudi mencopot stiker di tanah yang menunjukkan posisi jarak sosial, di Masjidil Haram Makkah , Arab Saudi, pada 6 Maret 2022. Jarak sosial ditetapkan pada 2020 dan bagian dari tindakan COVID-19.

IHRAM.CO.ID,  MAKKAH -- Kerajaan Arab Saudi meluncurkan kartu identitas untuk memfasilitasi akses ke beberapa layanan elektronik. Peluncuran ini dilakukan oleh Administrasi Umum Bahasa dan Terjemahan, mewakili Badan Bahasa dan Terjemahan dan Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci.

Layanan kartu identitas ini di dalamnya mencakup penyiaran khotbah yang diterjemahkan, kelas atau kajian langsung, program radio, serta buku audio melalui Platform Manarat Al-Haramain.

Baca Juga

Kepresidenan mengkonfirmasi kartu itu juga berisi peta interaktif. Sejumlah inovasi ini dilakukan dengan tujuan menyediakan semua layanan menggunakan teknologi terbaru, untuk membantu pengunjung Dua Masjid Suci melakukan ritual mereka dengan mudah.

Direktur Jenderal Administrasi Umum Bahasa dan Penerjemahan, Ahmed bin Marzouq Al-Jumaiei, menjelaskan fitur kartu tersebut. Kartu tanda pengenal disebut memiliki sejumlah kode QR penting, yang memudahkan akses ke layanan elektronik yang disediakan oleh Badan Bahasa dan Penerjemahan.

“Terjemahan langsung dari khotbah dan kajian didasarkan pada standar tertinggi. Badan tersebut mengandalkan sejumlah kader terkemuka yang ahli di bidangnya, untuk menerjemahkan isi khutbah sebelum tanggal penyampaian. Terjemahan tersebut kemudian direview dan diedit sebelum dibacakan bersamaan dengan khutbah khatib,” kata dia dikutip di Arab News, Selasa (22/3/2022).

Proses penyiaran menggunakan teknologi digital terkini, untuk menyampaikan gema Ka'bah kepada dunia melalui aplikasi dan platform Manarat Al-Haramain elektronik. Hal ini dilakukan dalam beberapa bahasa, yaitu Inggris, Prancis, Persia, Urdu dan Melayu. Teknologi ini juga disebut mendukung penggunaan tautan di semua perangkat pintar.

Tak hanya itu, tersedia kode QR yang membawa pengguna ke akun Twitter Badan Bahasa dan Terjemahan. Di akun ini, akan dibagikan sejumlah cuitan terkait layanan terjemahan, seperti streaming langsung khotbah dan kelas yang diterjemahkan, program radio, buku audio, klip panduan, kutipan dan potongan khotbah mimbar.

“Ada juga kode QR yang berisi peta interaktif Masjidil Haram, yang dapat membantu penerima manfaat mengakses semua lokasi dan layanan di dalam dan di luar Masjidil Haram dan halamannya," lanjutnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement