Kamis 31 Mar 2022 00:26 WIB

BI Catat 133 Ribu Pedagang di Kepri Gunakan QRIS

BI menargetkan tambahan 15 juta merchant yang menggunakan QRIS pada tahun ini.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Pengusaha UMKM binaan Bank Indonesia melayani pembeli  pada lapak dagangannya yang menyediakan metode pembayaran menggunakan Quick Response Indonesia Standart (QRIS) di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/3/2022). Bank Indonesia (BI) mencatat 133 ribu merchant atau pedagang di Kepulauan Riau telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga Maret 2022.
Foto: ANTARA/Mohamad Hamzah
Pengusaha UMKM binaan Bank Indonesia melayani pembeli pada lapak dagangannya yang menyediakan metode pembayaran menggunakan Quick Response Indonesia Standart (QRIS) di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/3/2022). Bank Indonesia (BI) mencatat 133 ribu merchant atau pedagang di Kepulauan Riau telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga Maret 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat 133 ribu merchant atau pedagang di Kepulauan Riau telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga Maret 2022.

"Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan 2021," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo yang berpartisipasi secara daring di Jakarta, Rabu (30/3/2022), dalam Pembukaan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Wisata Indonesia (BWI), dan Gebyar Melayu Pesisir (GMP) Kepulauan Riau 2022.

Baca Juga

Maka dari itu, ia mengajak Kantor Perwakilan BI di Kepulauan Riau untuk memperluas QRIShingga penggunaan BI-FAST guna mempercepat penyelesaian transaksi UMKM. Biasanya, kata dia, UMKM memerlukan waktu selama dua hari dari penjualan sampai uang pindah ke rekening, namun dengan BI-FAST uang yang diterima UMKM akan langsung masuk ke rekening saat itu juga.

BI pun terus memperluas penggunaan QRIS dengan menargetkan tambahan 15 juta merchant yang menggunakan QRIS pada tahun ini. Angka itu meningkat dari target tahun sebelumnya, yakni 12 juta merchant.

Dengan demikian Perry Warjiyo menilai transformasi digital turut menjadi daya dukung UMKM di Tanah Air. "Ini menjadikan UMKM tidak hanya go export, tapi juga go digital," ucapnya.

Ia pun berharap Gernas BBI dan BWI bisa menjadi kolaborasi yang sangat kuat untuk menyatukan berbagai kegiatan seperti seminar, forum diskusi, promosi pariwisata, investasi, dan perdagangan, serta business matching, termasuk diseminasi, edukasi, dan sosialisasi kepada publik. BI terus mendukung keberhasilan Gernas BBI dan BWI sebagai langkah bersama dan sinergi mendukung kemajuan UMKM, sekaligus mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal menuju pasar global.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement