Selasa 06 Jun 2023 23:18 WIB

Diantar Sekadar Minum Air Zamzam, Lepaskan Rindu Jamaah Lansia 

Jamaah haji dianjurkan untuk rutin meminum air zamzam.

Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi air minum di Masjid Nabawi (di luar masjid bukan zamzam) dan di dalam masjid (air zamzam).
Foto: Republika/Agung Sasongko
Ilustrasi air minum di Masjid Nabawi (di luar masjid bukan zamzam) dan di dalam masjid (air zamzam).

IHRAM.CO.ID, Oleh Agung Sasongko dari Madinah, Arab Saudi

Menjadi harapan seluruh jamaah lanjut usia untuk bisa beraktivitas penuh di Masjid Nabawi. Namun, keterbatasan fisik dan lainnya tak memungkinkan hal tersebut.

Baca Juga

Untuk menghilangkan rasa rindu jamaah lansia, salah seorang petugas bimbingan ibadah punya kiatnya. Jamaah lansia ini diajaknya menuju Masjid Nabawi baik menggunakan kursi roda ataupun dipapah.

"Ya, hampir tiap hari saya antar ke masjid, meski hanya sampai ke terasnya, atau sekadar minum air zam-zam. Mereka senang banget," ungkap petugas bimbingan ibadah kloter JKG-15 Umi Kulsum Umayyah, Selasa (6/6/2023).

Bagi Umi, kiatnya itu diharapkan dapat membuat jamaah lansia bisa mengobati kerinduan beribadah di Masjid Nabawi.

Apalagi jamaah lansia di kloternya tidak disarankan pergi ke masjid melakukan arba'in, tetapi ia temani langsung jika ingin mengetahui Masjid Rasulullah secara langsung.

"Untuk jamaah lansia karena belum pernah ke Masjid Nabawi maka saya antar dorong ke masjid," terang Umi.

Dirinya, lanjut Umi, sangat merasakan betapa jamaah yang baru pertama kali ke Tanah Suci sangat ingin sholat di masjidnya Rasulullah. Karenanya, ia ikhlas menemani jamaah lansia beribadah hampir setiap hari.

"Ada juga jamaah perempuan yang kemarin saya antar ke Masjid Nabawi, terus minta telepon ke saudaranya. Ibu itu bilang 'hallo alhamdulilah saya sedang di Masjid Nabawi'," sambungnya, menirukan kegembiraan jamaah yang ia antar.

Ibu tersebut, menurut Umi, senang sekali bisa berkabar ke saudara di Tanah Air kalau dirinya sedang di masjid Nabawi. Itu, kata dia, akan menjadi cerita saat sudah kembali ke kampung halaman.

Di setiap kesempatan, Umi mengajak lansia yang dibimbingnya untuk bisa merasakan suasana Masjid Nabawi. Untuk itu, ia selalu berkomunikasi dengan para ketua rombongan, KBIHU, dan dokter untuk memastikan jemaah yang akan ia antar ke masjid memang tidak beresiko.

Perempuan yang juga merupakan kepala sekolah di MTsN 1 Kota Serang itu terus mengedukasi jemaahnya, khususnya lansia, untuk tidak memforsir ibadah-ibadah sunah, termasuk Arbain.

"Tidak menjalankan Arbain karena halangan tertentu bukan berarti tidak menghargai Nabi dan masjidnya," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo mengatakan pihaknya secara masif melakukan edukasi kepada seluruh jamaah haji Indonesia, terutama lansia dan yang mempunyai risiko tinggi (risti) kesehatan, untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berlebihan.

"Sesuaikanlah dengan kemampuan masing-masing dalam beribadah. Kemudian bagi jamaah haji mandiri yang sehat, agar turut mengawasi dan memberikan pendamping terhadap jamaah lansia dan risti," katanya.

Jamaah haji juga diminta mewaspadai cuaca panas di Arab Saudi dengan selalu menggunakan alat pelindung diri seperti payung, masker, kaca mata hitam, semprotan air, dan alas kaki saat berada di luar hotel.

Jamaah haji pun diminta rutin minum air minimal satu gelas atau 200 ml per jam dan tidak menunggu haus karena di Arab Saudi jarang merasa haus.Sementara bagi jamaah yang memiliki penyakit komorbida, agar minum obat teratur sesuai anjuran dan memeriksakan diri secara rutin kepada tenaga kesehatan haji. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement