Jeff Bezos menyatakan optimisme soal kecerdasan buatan (AI) saat berbicara di konferensi teknologi di Paris. Menurut pendiri Amazon itu, AI tidak akan membuat manusia tak dibutuhkan, melainkan berpotensi menciptakan kelangkaan tenaga kerja.

Selain membahas AI, Bezos juga menyinggung proyek antariksa Blue Origin dan startup AI barunya, Prometheus, yang fokus mempercepat proses manufaktur fisik.

“Saya tahu ada banyak kekhawatiran, termasuk dari orang-orang cerdas, bahwa AI akan membuat manusia tidak dibutuhkan. Saya sangat tidak setuju dengan pandangan itu. Faktanya, saya pikir AI justru akan menciptakan kelangkaan tenaga kerja,” ujar Bezos.

Gelombang PHK dan Kekhawatiran Publik

Pernyataan Bezos disampaikan di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja di berbagai perusahaan global yang beralih ke AI demi efisiensi. Laporan firma Challenger, Gray and Christmas mencatat 40% dari 97.006 pemangkasan pekerjaan di Amerika Serikat pada Mei 2026 terkait adopsi AI.

Survei bersama Reuters dan Ipsos pada bulan yang sama juga menunjukkan separuh warga Amerika khawatir AI akan mengancam pekerjaan mereka.

Pandangan Bezos Tentang Produktivitas

Bezos, yang saat ini tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$250 miliar, berargumen bahwa manusia memiliki kebutuhan tak terbatas untuk berkarya. Ia menilai AI akan menghilangkan hambatan yang selama ini membatasi produktivitas manusia.

Walaupun Amazon telah memangkas sekitar 30.000 posisi korporat sejak akhir tahun lalu, Bezos tetap meyakini potensi positif jangka panjang dari teknologi ini.

Rencana Antariksa dan Sumber Daya Alternatif

Di luar bahasan AI, Bezos memaparkan ambisi Blue Origin untuk memindahkan industri berpolusi dari Bumi. Ia membayangkan, jika perjalanan luar angkasa menjadi andal dan terjangkau, material dari asteroid dan bulan bisa dimanfaatkan sehingga Bumi dapat dikembalikan seperti “planet taman” sebelum Revolusi Industri.

CEO Blue Origin, David Limp, turut mengonfirmasi bahwa pembangunan kembali landasan peluncuran roket New Glenn di Florida telah dimulai setelah insiden ledakan pada Mei lalu.

Tantangan Adaptasi Tenaga Kerja

Perdebatan tentang dampak AI terhadap pasar tenaga kerja menjadi fokus diskusi ekonomi global pada 2026. Banyak perusahaan melihat AI sebagai alat untuk menekan biaya melalui otomatisasi, sementara sejumlah pengamat menyoroti paradoks produktivitas.

Bezos berargumen bahwa penurunan biaya produksi lewat otomatisasi akan mendorong permintaan layanan dan produk baru, sehingga muncul jenis pekerjaan yang saat ini belum terbayangkan. Tantangan utama, menurutnya, bukan ketiadaan pekerjaan, melainkan kesiapan tenaga kerja beradaptasi dengan keterampilan baru dalam ekosistem ekonomi berbasis AI.