Penunjukan Liam Rosenior sebagai pelatih baru Chelsea membawa angin segar bagi skuad The Blues. Meski banyak pihak membicarakan aspek kontinuitas dari era sebelumnya, kehadiran Rosenior diprediksi akan mengubah nasib sejumlah pemain yang sebelumnya kesulitan mendapatkan performa terbaik di Stamford Bridge.
Reuni Liam Delap dengan Sang Mentor
Liam Delap menjadi salah satu pemain yang paling diuntungkan dengan kedatangan Rosenior. Penyerang muda ini sempat mengalami masa sulit akibat cedera dan masalah disiplin, termasuk catatan kartu kuning yang cukup tinggi serta kartu merah saat kembali dari cedera pada Oktober lalu.
“(Delap) datang kepada kami dengan kepercayaan diri yang hancur. Dia meragukan kemampuannya sendiri, tetapi kami tahu dia memiliki kualitas. Liam dan stafnya bekerja dengannya secara personal dalam pertemuan untuk mengedukasinya,” ujar Tan Kesler, mantan Wakil Ketua Hull City yang kini menjabat CEO Pogon Szczecin.
Rosenior pernah membangkitkan karier Delap saat dipinjamkan ke Hull City pada musim 2023-2024. Dengan pendekatan personal dan edukasi satu lawan satu, Rosenior diyakini mampu mengembalikan ketajaman Delap yang mulai terlihat lewat golnya ke gawang Fulham baru-baru ini.
Andrey Santos dan Memori Manis di Strasbourg
Selain Delap, Andrey Santos juga memiliki sejarah sukses bersama Rosenior. Saat dipinjamkan ke Strasbourg musim lalu, Santos tampil impresif dengan mencetak 10 gol dari 32 pertandingan di Ligue 1. Performa tersebut merupakan titik tertinggi dalam kariernya di Eropa sejauh ini.
Di bawah asuhan Rosenior, Santos diharapkan bisa kembali menemukan insting menyerangnya yang sempat meredup di Chelsea. Reuni dengan manajer yang memahami potensinya di Ligue 1 menjadi jalan pintas bagi pemain asal Brasil ini untuk mengamankan posisi utama di lini tengah.
Kesempatan bagi Marc Guiu dan Jamie Gittens
Marc Guiu kemungkinan besar akan mendapatkan menit bermain lebih banyak karena gaya pressing intens yang disukai Rosenior. Jika Guiu dipercaya sebagai pelapis Delap, hal ini memberikan ruang bagi Joao Pedro untuk bermain lebih dalam dan berotasi dengan Cole Palmer guna menjaga kebugaran mereka.
Sementara itu, Jamie Gittens membutuhkan dorongan kepercayaan diri yang menjadi keahlian Rosenior. Strategi transisi cepat Rosenior sangat cocok dengan kemampuan dribel dan kecepatan Gittens yang selama ini sulit menembus rapatnya pertahanan lawan di Premier League. Rosenior diprediksi akan memberikan ruang lebih bagi Gittens untuk mengeksploitasi kecepatan tanpa tekanan berlebih dari lawan.
Tantangan bagi Robert Sanchez
Meski tidak ada pemain yang benar-benar tersisih, Robert Sanchez menghadapi tantangan taktis yang signifikan. Rosenior dikenal menyukai kiper yang terlibat sangat aktif dalam membangun serangan dari lini belakang, bahkan hingga posisi yang sangat maju seperti yang ia terapkan pada Mike Penders di Strasbourg.
Sanchez, yang baru saja mendapatkan kepercayaan untuk melakukan umpan jauh di era sebelumnya, kini harus beradaptasi dengan tuntutan taktis yang lebih berisiko. Bagaimana kiper asal Spanyol tersebut menyesuaikan diri dengan skema build-up yang lebih ekstrem akan menjadi sorotan utama dalam laga-laga awal Chelsea di bawah kepemimpinan Rosenior.






